Book Sleeve, Pembaca Buku Wajib Punya

Bagi pembaca buku aktif, tak ada hari tanpa baca buku. Tak bergantung pada waktu dan tempat. Di rumah, sudah pasti ditata, diapik-apik dalam rak. Yang butuh perhatian ekstra adalah ketika si buku harus dibawa-bawa. Kadang, buku yang hanya dimasukkan begitu saja ke dalam tas, bercampur dengan aneka barang bawaan lainnya, begitu diambil, eeeh berlipat-lipat ujungnya. Bikin kesal, pasti. Entah ide ini asalnya dari mana, tapi kini banyak yang ikut memakainya: book sleeve aka kantong buku. Dilihat dari manfaatnya, book sleeve ini memang produk yang pembaca buku wajib punya.



Baca juga: FSP di Pengajian Jumaahan dan Majelis Sastra Bandung

Kantong buku yang beredar di pasaran ada banyak ragam. Mulai dari kan tekstil biasa --yang tersedia di pasaran, hingga yang dibuat dalam motif custom, sesuai yang diinginkan customer. Mulai dari harga belasan hingga ratusan ribu rupiah. Tinggal menyesuaikan dengan isi dompet atau rekening. Mau berhemat, bisa juga membuat sendiri.


Bahan Membuat Kantong Buku

Untuk membuat kantong buku sederhana, dibutuhkan beberapa bahan:

Kain. Sebetulnya kain apa pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan kantong buku. Namun dengan pertimbangan bahwa kantong buku ini haruslah kuat dan awet, maka kita kesampingkan saja kain-kain yang terlalu lembut, lentur, dan membutuhkan perawatan ekstra, seperti kain sutra cantik yang sering kita lihat sebagai kostum pemain drama korea atau drama cina. Lembut, melayang, cantik, tapi nggak cocok buat dijadikan book sleeve.

Kain pelapis. Tak semua bahan membutuhkan kain pelapis. Misalnya kanvas atau denim yang sudah kaku dan tebal, bisa tanpa pelapis. Tapi, tentu saja itu tergantung selera.

Pengunci. Tak semua kantong kain menggunakan pengunci. Ada yang cukup dibiarkan terbuka. Tak sedikit yang dilengkapi dengan sekadar tali yang dipasangkan dengan kancing, atau dengan velcro, atau dibuat tertutup rapat menggunakan risleting.

Baca juga: Reviu Buku dan Tips Membuat Bookstagram


Mari kenali dulu masing-masing karakteristik kain yang akan kita pakai. 

Katun

Katun dibuat dari benang berbahan serat alami yang dipintal dari tanaman kapas. Jenis kain ini banyak digunakan sebagai bahan pakaian. Karakteristiknya lembut dan tahan lama. Di pasaran kita temukan varian katun jepang, dengan beberapa karaktristik tambahan yang menjadikan harganya lebih mahal daripada katun biasa.

Kanvas

Kain ini dipakai untuk aneka kebutuhan, dari tas, hiasan dinding, pelapis kursi, dan perangkat home living. Tentunya dengan tingkat ketebalan yang dipilih menyesuaikan kebutuhannya. Untuk kebutuhan fesyen, yang digunakan biasanya baby canvas, seperti untuk bahan jaket, outer, atau celana. 

Linen

Jenis kain ini karakteristik ringan tapi sangat kuat. Berbahan tanaman rami, linen umumnya digunakan untuk handuk, seprai, serbet, dan taplak. Bahan ini juga dimanfaatkan sebagai lapisan dalam jaket. Linen juga menjadi pilihan untuk bahan pakaian musim panas karena kemampuannya menyerap cairan dan ringan. 

Drill

Drill terbuat dari campuran serat tetoron, rayon, dan polyester. Penampakannya menyerupai kain katun, hanya lebih tebal. Kain ini banyak digunakan untuk bahan utama celana, rok, atau kulot.

Denim

Dengan karakteristiknya yang berserat kuat, denim banyak dimanfaatkan untuk bahan pakaian yang bernuansa kasual. Biasanya untuk bahan celana, rok, jaket. Untuk bahan yang lebih tipis, bisa juga dibuat blus atau baju terusan kasual. Denim juga banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti tas, bahkan sepatu.

Polyester

Polyester terbuat dari serat sintetis dari material petrokimia, seperti batu bara dan minyak bumi. Kain jenis ini awet, namun panas dan tidak menyerap cairan.


Itu dia beberapa alternatif kain yang bisa digunakan sebagai bahan book sleeve atau kantong buku. Lanjut dengan eksekusi:

1. Pilih dan siapkan kain yang akan digunakan. Jika ada pertimbangan kain utama perlu dilapis, siapkan kain untuk innerline-nya.

2. Potong kain sesuai ukuran yang diinginkan. Aku membuat dua versi, 27x20 cm untuk buku ukuran sedang dan 31x24 cm untuk buku ukuran yang lebih besar.

3. Siapkan bahan tambahan yang dibutuhkan seperti kancing, tali elastis, velcro, resleting, untuk pengunci book sleeve. Atau jika ada kebutuhan hiasan tambahan, bisa pula ditambahkan.

4. Terakhir, tinggal menjahitnya menjadi kantong buku. Bisa dijahit menggunakan mesin atau dengan tangan.

Untuk model yang tak rumit, tak terlalu sulit untuk membuatnya sendiri. Hitung-hitung menjalankan hobi baru, kriya. Cocok, kan, hobi membaca lalu melengkapinya dengan membuat book sleeve sendiri. 

Baca juga: Menerbitkan Buku Antologi secara Mandiri


Buat yang suka membaca, boleh bertukar reviu buku dengan ibu meong, ya. Bisa cek-cek dengan kata kunci  buku atau reviu buku. Untuk film, bisa cari film atau reviu film. Khusus film Korea dan drama Cina, lebih lengkap di blog Curhat si Ambu. Komplit, dah.

Oke, selamat membaca, para pencinta buku. Selamat merawat buku dengan mecoba membuat book sleeve atau kantong buku sendiri. Kalau kesulitan, tinggal belanja di lapaknya keluarga kocheng Cikoneng, Rumah Ronin. 




No comments