Featured Slider

Mengenali Diri Sendiri lewat Model Johari Window

Pernah nggak punya pengalaman diingatkan oleh orang lain tentang sesuatu yang merupakan bagian dari karakter kita, tanpa kita sadari? Dulu, aku tak menyadari kalau aku adalah seseorang yang nyaris tak punya obsesi. Hingga ada di satu momentum yang memunculkan pernyataan itu dari direktur kantor aku kerja dulu. Sebetulnya mungkin aku tahu kondisinya, namun tak pernah menamai kondisi itu sebagai sesuatu. Hanya menjalaninya tanpa sadar. Nah, dalam komunikasi (dan psikologi) ada teori yang disebut Johari Window.



Baca juga: Mengenal Sabotase Diri dan Mekanisme Koping

Sebetulnya aku mengenal teori ini saat kuliah (komunikasi). Dijabarkan dalam bukunya Pak Jalaluddin Rahmat, Psikologi Komunikasi. Entah kenapa itu pelajaran tak nancep di otak, hoho! Inti dari teori ini adalah tentang konsep diri, yang tak hanya berfokus pada perspektif diri sendiri, namun juga dari perspektif orang lain. Melalui metode dari teori Johari Window ini dapat diketahui bagian mana dari diri kita yang perlu dikurangi atau dihilangkan, dan sebaliknya, bagian mana yang masih bisa dioptimalkan karena potensinya.


Perbaiki komunikasi dengan berangkat dari diri sendiri

Pada intinya, mengapa orang belajar tentang berbagai ilmu yang mempelajari tentang manusia, tak lain adalah sebagai upaya agar terjalin hubungan yang baik antarmanusia. Tak heran jika buku-buku untuk tujuan upgrade kapasitas diri banyak dicari di pasaran. Terlepas dari tujuan-tujuan lain yang barangkali sangat personal, sangat politis, dan sangat-sangat yang lain. Sebelum bicara tentang subjek yang dituju, yang perlu ditelisik pertama kali tentunya adalah diri sendiri.  

Secara ideal, manusia, sebagai makhluk sosial yang bertumbuh akan selalu berupaya untuk melakukan perbaikan atas dirinya dan hubungannya dengan orang lain serta lingkungannya. Kalau ada manusia yang memilih untuk mawa karep sorangan, meureukeudeung --dua istilah Sunda yang lebih kurang bermakna hanya mau dimengerti orang lain, ya sudah, itu tak masuk dalam bahasan kita. Biarlah itu urusan dunia lain. 

Baca juga: Berdamai dengan Inner Child

Nah, salah satu metode yang bisa dipakai adalah dari teorinya Joseph Luft dan Harry Ingham ini. Johari Window. Teori ini dipublikasikan oleh jurnal “The Western Training Labroratory in Group Development” dari University of California Los Angeles pada 1955. Berikutnya, teori ini banyak digunakan para akademisi di bidang Psikologi. Istilah “Johari” diambil dari nama depan kedua psikolog tersebut. Sedangkan istilah “Window”, bahasa Inggris dari jendela, dipilih karena bentuk konsep dari teori ini adalah diagram dengan empat kuadran yang terlihat seperti jendela.

Keempat bagian dalam jendela itu mewakili:

Open area

Kuadran pertama ini merupakan area terbuka yang meliputi hal-hal yang diketahui diri sendiri (known to self) dan orang lain (known to others). Misalnya hal-hal yang memang secara kita kenali dari diri sendiri dan secara terencana ditunjukkan kepada orang lain sehingga terbaca dengan mudah. 

Blind area

Area buta pada kuadran kedua ini mewakili hal-hal yang tidak diketahui diri sendiri (not known to self), namun diketahui oleh orang lain (known to others). Kadang kita sudah sangat biasa dengan diri sendiri sehingga tak menyadari kelebihan dan kekurangan diri sendiri, namuan malah disadari oleh orang lain.

Hidden area

Area tersembunyi di kuadran ketiga adalah tentang hal-hal yang diketahui diri sendiri (known to self), namun tidak diketahui orang lain (not known to others). Hal ini terkait hal-hal yang sangat pribadi yang memang sengaja maupun tidak, tidak akan dibagikan kepada orang lain.

Unknown area

Terakhir, area yang sama sekali tidak diketahui oleh siapa pun, baik oleh diri sendiri (not known to self) maupun orang lain (not known to others). Kuadran keempat ini terkait potensi diri yang sama sekali masih terpendam. 

Baca juga: Evaluasi Diri atau Bikin Resolusi?

Ada tes yang cukup banyak tersedia di berbagai laman dengan spesifik bahasan psikologi. Bisa dicari, untuk memastikan bagian mana saja dari diri kita yang kita kenali dan tidak. Perihal apa saja yang masih perlu kita gali, dan sebaliknya, kita buang. 

Pada intinya teori Johari Window ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan diri sendiri. Caranya dengan memperluas area open self

Selain itu, secara sederhana kita bisa membuat pertanyaan-pertanyaan untuk  diri kita sendiri untuk kuadran pertama, dan ke orang lain untuk kuadran-kuadran lainnya. Tentang: "Aku ini orang yang seperti apa, sih? Apa yang kira-kira dilihat orang lain dari diriku?” Itu pertanyaan utamanya, dan berikutnya bisa dibuat pertanyaan turunannya yang lebih spesifik.

Tentu saja pertanyaan-pertanyaan perlu dijawab dengan jujur, tanpa ada yang ditutupi. Begitu pula jika ditujukan kepada orang lain, tak perlu ada ewuh-pakewuh karena memang pertanyaan bertujuan untuk mendapatkan jawaban secara telanjang. Bukan berarti semua yang dijawab oleh orang lain tentang kita otomatis sebagai kebenaran. Tetap perlu disaring, mana yang bisa kita pakai dan tidak. 

Untuk area blind spot, dibutuhkan momentum untuk kita menemukannya. Atau bisa jadi dari area ini tak akan pernah kita temukan jawabannya. 

Baca juga: Empati dan Seni Berkomunikasi

Memang, apa sih pentingnya mengenal diri sendiri?

Pengenalan terhadap diri sendiri tentu saja penting. Kita bisa lebih memahami hal-hal yang menjadi kelebihan dan kekurangan kita. Dengan begitu kita bisa meningkatkan rasa percaya diri, tahu betul bagaimana harus bersikap saat menghadapati kesulitan, hambatan, dan peluang. Dapat menyikapi tekanan hidup dan stres secara sewajarnya saja. 

Itu yang pertama. Berikutnya, dengan pengenalan yang baik terhadap diri sendiri kita pun dapat meningkatkan hubungan secara lebih positif dengan orang lain. 

Teori Johari Window ini mestinya perlu dicoba di lingkungan kerja atau komunitas, agar sesama pekerja dan tim bisa saling memahami setelah  mengetahui dan mengenali sifat dan karakter masing-masing. Dengan begitu efektivitas komunikasi dalam tim dapat terjaga. Aku sendiri, selama beberapa kali berada dalam lembaga kerja belum pernah mendapati uji coba tes bersama teori ini. Ya, nggak soal jika segala sesuatunya berjalan dengan baik. Komunikasi yang terjaga dan terciptanya saling penghargaan di antara pertemanan dan rekan kerja.


Menelisik Kepribadian melalui Numerologi Nama

Berdasarkan numerologi, setiap nama memiliki arti dan karakternya sendiri. Numerik nama juga memengaruhi perkembangan aspek kehidupan kita. Bagi yang mempercayainya, tentu saja. Buatku, adalah keseruan tersendiri untuk coba mencermati karakter seseorang dari angka numerik namanya. Mau coba?



Baca juga: Mengenali Diri Sendiri lewat Model Johari Window

Pada masa lalu, orang tua memberikan nama bagi anak-anaknya dengan banyak pertimbangan dan perhitungan. Meski demikian, meski nama kita dulu bukan hasil hitungan cermat orang tua, kita bisa coba untuk mengenali diri kita melalui cara ini. 

So, apa yang perlu kita lakukan?

Langkah pertama adalah mengubah huruf dalam nama menjadi angka. Caranya, buat urutan angka dan huruf seperti di bawah ini:


Langkah kedua, berdasarkan angka dari masing-masing huruf di atas, buat susunan nama kita masing-masing. Nama lengkap, ya. Boleh ambil versi nama yang biasa dipublikasikan. Tapi yang utama nama lengkap atau resmi kita seperti yang tercantum di KTP atau dokumen resmi lainnya. Aku menghitung keduanya, nama lengkap dan nama yang dipakai di keseharian. Contoh pencantuman angkanya seperti ini:



Langkah ketiga, tambahkan semua angka hingga menjadi angka terakhir.


Langkah keempat, buatlah angka total terakhir itu menjadi satu angka saja. Ada pengecualian untuk angka tertentu, yakni yang disebut sebagai "Angka Master". Angka ini dibiarkan tetap tersusun atas 2 angka. Angka Master ini adalah angka 11, 22, dan 33. Jika ketemu tiga angka ini, tak perlu dijumlahkan. Langsung dimasukkan dalam hitungan. Dalam numerologi tertentu, angka ini bisa disederhanakan. Namun secara umum, tetap dibiarkan sebagai angka kembar. 


Baca juga: Memilih Batu Kristal yang Sesuai Energi Kita

Ada cukup banyak versi dari penerjemahan angka-angka tersebut. Namun secara umum, secara garis besar, deskripsi utamanya sama. Ini dia: 

1 – Pemrakarsa, pelopor, pemimpin, bebas, pekerja keras, individualis

2 – Mudah bekerja sama, beradaptasi, bermitra, memperhatikan orang lain, penengah

3 – Ekspresif, mudah berbicara, bersosialisasi, seni dan menikmati hidup

4 – Mengutamakan prinsip, keteraturan, pelayanan, sulit menerima batasan dan perkembangan yang mapan

5 – Ekspansif, visioner, petualang, menggunakan kebebasan dengan cara konstruktif

6 – Bertanggung jawab, melindungi, merawat, bermasyarakat, seimbang, simpatik

7 – Analitis, memahami, pengetahuan, senang belajar, bermeditasi, penuh kesadaran

8 – Berusaha secara praktis, berorientasi terhadap status, pencari kekuasaan, bertujuan pada materi

9 – Peduli sesama, dermawan, tidak mementingkan diri sendiri, patuh terhadap kewajiban, ekspresi kreatif

11 – Tingkat spiritual tinggi, intuitif, tercerahkan, idealis, pemimpi

22 – Berjiwa pembangun, pekerja keras, kuat, pemimpin

Gimana, sudah ketemu penjelasan untuk angka namanya? Tunggu, masih ada hitungan lainnya, yakni menemukan angka jiwa dan kepribadian. 

Angka jiwa menggambarkan apa yang kita sukai dan tidak sukai, serta hasrat terdalam kita. Caranya dengan memberikan angka hanya untuk huruf vokal pada nama depan dan belakang. Jumlahkan dengan proses penjumlahan yang sama, hingga ketemu angka paling sederhana. 

Angka kepribadian menggambarkan impian terdalam kita. Caranya dengan memberikan angka hanya untuk huruf konsonan pada nama depan dan belakang. Jumlahkan dengan proses penjumlahan yang sama, hingga ketemu angka paling sederhana. 

Numerologi ini tentu saja bukan penentu kepribadian kita. Ada banyak sekali faktor lain yang menentukan sifat dan kepribadian kita. Dan aku akan dengan senang hati membagikannya di sini. Namaste.

Baca juga: Mengenal Sabotase Diri dan Mekanisme Kopig

Mengenal Sabotase Diri dan Mekanisme Koping

Frasa self-sabotage baru kudengar Minggu lalu. Padahal ternyata ini bukan bahasan baru. Dan, ya, ternyata selama ini aku mengalaminya tanpa kusadari. Bahkan mungkin sudah menahun. Cek pengertian detailnya di mesin pencari, disebutkan self-sabotage atau sabotase diri adalah tindakan yang disengaja oleh seseorang untuk memperlambat atau mencegah diri sendiri melakukan apa yang diperlukan untuk meraih tujuan. Kemudian muncul istilah lain: mekanisme koping. Wah, banyak yang perlu dipelajari.



Baca juga: Mengapa Tak Perlu Membenci

Alkisah, pasca terjadinya equinox jelang akhir bulan lalu, aku ambruk. Gejalanya menyerupai omnicron. Hanya lebih ringan. Sedikit bertanya-tanya, jangan-jangan tipus, karena demam yang tinggi, naik-turun, disertai sakit kepala. Saat demamnya menghilang, batuk menggila. Batuk yang berdampak pada sakit kepala. Berjibaku dengan aneka gejala itu lebih dari dua minggu. Cukup mengganggu karena tetap harus menyelesaikan kerjaan yang sedang berjalan. Hingga pada satu titik aku menyadari kalau gangguan kesehatanku ini bukan semata fisik. Sepertinya ada hal lain yang menjadikannya tak kunjung reda. Dan itulah respon yang disampaikan seorang kawan saat kubilang perihal kemungkinan hal lain yang mengganggu kesehatanku.

Baiklah, mari kita cari tahu apa itu self-sabotage.

Secara sederhana, perilaku self-sabotage dikatakan sebagai sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh diri sendiri, memperlambat atau mencegah diri sendiri melakukan apa yang diperlukan untuk meraih tujuan. Tentu saja hal ini bukanlah sesuatu yang wajar. Dapat dikatakan, tindakan sabotase diri itu dilakukan tak berdasarkan alasan yang rasional. Ada sejumlah hal yang menjadikan perilaku itu sebagai sesuatu yang tak dilakukan dengan sepenuh kesadaran. 

Mengutip Very Well Mind, awalnya, sabotase diri dilakukan sebagai mekanisme mengatasi kondisi stres dan trauma masa lalu. Mekanisme koping, yakni strategi yang dilakukan seseorang ketika sedang menghadapi perasaan yang membuat dirinya tak nyaman, seperti sedih, stres, cemas, khawatir, dll. Setiap orang melakukan mekanisme koping, dengan caranya masing-masing sebagai upaya untuk meredakan rasa tak nyamannya dan membantu mereka beradaptasi dengan aneka perubahan. 

Mekanisme koping sendiri ternyata membutuhkan penjelasan yang panjang. So, mari kita pelajari dulu apa itu mekanisme koping.

Baca juga: Berdamai dengan Inner Child


Coping Mechanism atau Mekanisme Koping

Istilah ini mengacu pada cara seseorang untuk keluar dari stres atau trauma, dan membantu mereka mengelola emosi yang menyakitkan. Dengan melakukan mekanisme koping, individu akan merasa terbantu untuk beradaptasi dengan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan stres. Seraya mereka berusaha mempertahankan kondisi emosionalnya tetap terjaga tenteram dan bahagia.

Menurut Good Therapy, seperti dikutip Tirto dot id, mekanisme koping terbagi menjadi dua, yakni mekanisme koping baik atau adaptif dan mekanisme koping buruk atau maladaptif. 

Senada dengan namanya, mekanisme koping baik tentunya mengarah pada penyelesaian masalah. Caranya dengan mengurangi stres dan segala bentuk kekhawatiran serta ketakutan yang dirasakan. Bentuk mekanisme koping adaptif:

Mencari dukungan 

Caranya dengan menceritakan apa yang sedang dirasakan kepada orang yang tepat dengan harapan meringankan stres yang sedang dihadapi.

Relaksasi

Melakukan relaksasi bisa dengan berbagai cara. Misalnya dengan berendam air hangat, sekadar duduk santai menikmati alam, mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan meditasi. 

Pemecahan masalah

Melakukan identifikasi masalah merupakan langkah utama dalam menemukan solusi. Berikutnya barulah membuat langkah-langkah yang lebih detail dan tepat dalam pengelolaan stres.

Humor

Konon, hati yang gembira adalah obat. Meskipun humor tak menyelesaikan masalah, upaya ini dinilai cukup efektif dalam mencegah situasi menjadi lebih buruk.

Berolahraga

Olahraga memampukan tubuh memproduksi hormon endorpin. Keterlibatan hormon ini akan membantu upaya meredakan stres. 

Menjalankan aneka hobi

Hobi ini meliputi hal-hal yang menyenangkan, seperti membaca buku, memasak, berkebun atau bertaman, bermain dengan binatang, menggambar atau melukis, menulis, dsb.

Baca juga: Stoikisme dan Upaya Melakoni Hidup dengan Lebih Baik


Sementara itu, mekanisme koping yang buruk adalah perilaku koping yang tidak berusaha menyelesaikan masalah dalam jangka panjang, melainkan hanya mengatasi gejalanya saja. Menjadi semacam upaya melarikan diri. Alih-alih mengatasi aneka gangguan emosional, yang terjadi malah munculnya kerusakan. Dalam jangka pendek barangkali akan mampu meredakan perasaan. Perasaan, bukan meredakan masalah. Dan untuk jangka panjang dapat mengakibatkan kerugian secara fisik, emosional, dan finansial. Lebih buruknya lagi melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Contoh tindakan mekanisme koping maladaptif, antara lain:

Menenangkan diri dengan hal-hal yang tidak sehat, misalnya dengan makan secara berlebihan. Atau minum minuman beralkohol. Atau menggunakan jaringan internet untuk tayangan yang tak bermanfaat dalam waktu yang lama. Yang terjadi, stres tidak hilang, malah jadi kecanduan. 

Mengisolasi dan menarik diri dari dari orang-orang dan lingkungan sekitar sering dijadikan pilihan mereka yang tengah stres. 

Mematikan rasa. Memang bisa, ya? Orang yang tengah mengalami stres berusaha untuk mematikan perasaannya agar tidak merasa terganggu oleh sakit yang dirasakannya. Menekan semua rasa sakit sehingga kehilangan rasa. 

Melakukan sesuatu yang kompulsif dan hal-hal berbau risiko tinggi. Orang yang tengah stres merasa butuh meningkatkan adrenalinnya dengan perilaku kompulsif yang sekaligus berisiko tinggi, seperti judi, melakukan eksperimen dengan obat-obatan, mengemudi sembarangan atau melanggar aturan, mencuri, atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan etika yang berlaku di masyarakat.

Melukai diri sendiri juga menjadi salah satu solusi. Tindakan itu memunculkan kepuasan yang dalam waktu pendek terasa seperti menjauhkan diri dari masalah.

Sabotase diri, menahan diri untuk melakukan perbaikan yang diperlukan atau mencari solusi yang tepat karena tak ingin mengalami persoalan yang sama di kemudian hari. 

Pada mekanisme koping maladaptif ini orang berfokus pada masalah dan emosi. Strateginya adalah mengendalikan perasaan, dan bukan berfokus pada mengubah situasi. Ketenangan yang didapatkan hanya sementara, sedangkan masalahnya sendiri bakal berlarut. 

Kita kembali ke self-sabotage.

Baca juga: Evaluasi Diri atau Bikin Resolusi?


Apa penyebab terjadinya sabotase diri ini?

Ada beberapa hal yang disebut-sebut sebagai penyebab orang melakukan self-sabotage, yakni:

Tumbuh dalam keluarga disfungsional

Hal yang terjadi pada masa lalu tampaknya memang memiliki peran penting dalam perilaku self-sabotage ini. Yang pertama berangkat dari keluarga. Perilaku orang tua yang tidak memberikan contoh yang baik. Orang tua yang tidak mengayomi dan memperhatikan anak-anaknya. Kondisi ini dapat menjadikan anak tak pintar dalam menyikapi banyak peristiwa dengan tepat. Misalnya jika seseorang dibesarkan oleh orang tua yang menyikapi segala sesuatu dengan kemarahan, bisa jadi ia merasa "marah adalah solusi". 

Pernah mengalami hubungan toxic

Memang, menjadi tak adil bagi orang yang baru. Namun demikian adanya, pengalaman buruk dalam hubungan percintaan yang terjadi sebelumnya dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi seseorang dalam hubungannya yang baru. Hal ini berlaku bagi hubungan apa pun, namun hubungan percintaan paling banyak ditemukan kasusnya karena intensitas komunikasinya. 

Jika dalam hubungan toxic yang terjadi sebelumnya seseorang mengalami kekerasan verbal atau sebaliknya mengalami silent threatmen, pada umumnya ia akan menjadi seseorang yang lebih sensitif. Selain itu, ia pun punya potensi untuk merusak hubungannya sendiri, misalnya dengan memutuskan hubungan dengan alasan yang tak jelas, atau berselingkuh. 

Disonansi kognitif

Disonansi kognitif adalah kondisi yang mengacu pada konflik mental yang terjadi saat perilaku, keyakinan, dan sikap seseorang tidak selaras. 

Perasaan insecure dan rendah diri

Orang yang insecure, saat sudah mendekati impiannya, bisa begitu saja mundur perlahan. Menjauh. Merasa tidak pantas atau tidak layak untuk mendapatkan kesuksesan atau mimpinya terealisasi.

Orang yang rendah diri sangat rentan terhadap self-sabotage, karena sering kali tanpa sadar mereka selalu menegaskan keyakinan negatif tentang diri mereka sendiri. 

Takut gagal

Bagi banyak orang, gagal itu tak menyenangkan. Memalukan. Menyedihkan. Perasaan takut gagal ini membuat seseorang menyabotase dirinya sendiri, bertahan di zona nyaman, menghindari perubahan dan kemungkinan perjumpaan dengan kegagalan.  

Dalam banyak kasus, self-sabotage yang dibiarkan tanpa dibarengi penanganan yang tepat akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental.

Baca juga: Empati dan Seni Berkomunikasi


Contoh sabotase diri yang sering kita jumpai: 

  • Menyalahkan orang lain ketika berada dalam situasi tak menyenangkan atau tak menguntungkan
  • Kebiasaan menunda-nunda, dan kesulitan mengatur waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.
  • Mempertahankan hubungan dengan pasangan yang toxic
  • Memandang rendah ke diri karena merasa tidak berharga
  • Dalam dunia kerja, membiarkan diri sendiri tetap berada di posisi dan tanggung jawab yang sama; menghindari kemungkinan gagal 
  • Melarikan diri ke penyalahgunaan obat-obatan dan minuman keras 
  • Dll.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk bisa keluar dari kondisi ini? Agar berhenti melakukan sabotase diri?

  • Adanya kesadaran bahwa diri kita memang tengah melakukan sabotase diri.
  • Cari tahu penyebabnya. Apa saja yang menjadi pemicu sabotase diri tersebut.
  • Hentikan kebiasaan menunda pekerjaan atau aktivitas lainnya. 
  • Buatlah target bertingkat, baik dari dari sisi skala maupun waktu. Tentukan target secara masuk akal. Target yang terlalu besar, saat gagal bisa memunculkan kekecewaan dan masalah lainnya. 
  • Terima kegagalan. Jika ternyata gagal, sikapi kegagalan dengan sewajarnya saja. 
  • Apresiasi setiap usaha yang sudah dilakukan oleh diri sendiri. 
  • Berkomitmen untuk keluar dari kondisi berupa kebiasaan sabotase diri. Bersetia jalani prosesnya. 

Merasa tak sanggup menjalani proses perbaikan, mungkin saatnya untuk meminta bantuan profesional. Bisa hubungi psikolog atau psikiater jika kondisinya memburuk dan membutuhkan pengobatan. Namaste.


Memilih Batu Kristal yang Selaras dengan Energi Kita

Sudah beberapa tahun terakhir batu kristal populer dalam masyarakat kita. Baik sebagai bagian dari aksesori maupun penggunaannya bagi kesehatan. Yup, batu kristal diyakini mampu membantu proses penyembuhan, baik terkait kesehatan pikiran, tubuh, dan mental. Batu kristal dianggap memiliki energi yang berpotensi meningkatkan energi positif dan sebaliknya, membuang energi negatif dalam tubuh. Masing-masing batu kristal memiliki karakteristik yang jika dipakai oleh individu dengan karakter tertentu yang selaras, dapat berfungsi lebih optimal. Bagaimana cara memilihnya?


Baca juga: Empati dan Seni Berkomunikasi

Ada banyak referensi yang menyebutkan batu kristal jenis tertentu cocok dengan individu yang lahir bulan tertentu, atau di bawah zodiak atau shio tertentu. Apa betul demikian? Bisa iya, bisa pula tidak. Karena jika bicara tentang energi, titik berangkatnya juga dari energi. Bahwa orang dengan bulan lahir, zodiak, atau shio sama memiliki energi yang sama. Bahkan mereka yang memiliki tanggal lahir persis pun, belum tentu energinya sama. Masih banyak hal-hal yang mempengaruhi energi seseorang.

Berikut ini karakteristik sejumlah batu kristal yang kukutipkan dari buku Crystals Book. Untuk yang tersedia dalam istilah bahasa Indonesia, namanya disertakan. Untuk yang aku sendiri masih tak cukup familiar untuk batu kristal di lokal Indonesia, namanya tetap dibiarkan sesuai buku. Bisa bantu koreksi untuk para penggemar batu kristal. Diduga ada ribuan macam kristal di planet kita ini dan tak semuanya tercatatkan. 

Agate (Akik)

Warna serta spektrumnya beragam. Dikenal juga sebagai batu kuarsa. Banyak dimanfaatkan untuk penyembuhan dalam konteks spiritual dan untuk membersihkan chakra. 

Amethyst (Kecubung)

Warnanya mulai ungu muda hingga gelap. Perlindungan. Meningkatkan intuisi dan membantu kita mengingat mimpi. Merangsang hormon, menenangkan sistem saraf, dan bantu redakan gangguan pada sistem pencernaan, jantung, dan pendengaran. Baik untuk insomnia, tulang, lambung, kulit dan gigi.

Angelite/Anhydrite

Warnanya biru pucat. Energinya dapat menjadi penyeimbang antara tubuh fisik dan spiritual. Sering digunakan untuk mengatasi gangguan fisik dan komunikasi.

Apatite

Biasanya berwarna hijau, tetapi bisa juga berwarna kuning, biru, cokelat, cokelat kemerahan, dan ungu. Apatite adalah batu untuk keseimbangan, tepat untuk bantu seimbangkan tubuh emosional, mental, fisik, dan spiritual. Sering juga digunakan untuk menurunkan berat badan.

Apophyllite

Transparan, namun juga ditemukan dalam warna putih, hijau, kuning, merah muda ungu, dan cokelat, meski jarang. Digunakan untuk menghemat dan meremajakan energi.  Di wilayah kesadaran dimanfaatkan untuk membantu capai tingkat kesadaran spiritual tertinggi.

Aquamarine

Berwarna biru muda. Sering diaggap sebagai batu kegembiraan dan kebahagiaan. Melindungi pelancong. Membantu melihat melalui orang. Untuk kesehatan fisik, baik bagik telinga, hidung, dan tenggorokan, limpa, jantung, dan sistem kekebalan tubuh, serta alergi pernapasan.

Aragonite

Putih, tidak berwarna tetapi dengan semburat merah, kuning, oranye, dan cokelat. Meningkatkan kesabaran dan stabilitas. Juga digunakan untuk terapi rambut rontok dan kulit.

Baca juga:

Berhati-hatilah dengan Siapa Kamu Bercinta

Doa, Meditasi, dan Vibrasi Energi


Aventurine

Warna tersedia dalam berbagai nuansa hijau. Digunakan untuk keseimbangan emosional. Juga untuk mengobati gangguan pada paru-paru, jantung, kelenjar adrenal, dan otot.

Black obsidian 

Warnanya dalam gradasi hijau tua, cokelat tua, atau hitam. Mendorong stabilitas dan melindungi terhadap energi negatif.

Black tourmaline

Hitam, bisa marmer dengan abu-abu atau cokelat. Perlindungan di semua tingkatan. Mengusir dan memurnikan energi negatif. Merangsang kelenjar adrenal dan titik refleksi punggung bawah. Digunakan untuk membantu pengobatan arthritis, penyakit jantung, dan disleksia.

Heliotrope

Bervariasi, mulai dari hijau tua hingga hitam kehijauan dengan tanda merah. Stabilitas, konsentrasi, perlindungan, dan kemakmuran. Meredakan kecemasan dan depresi. Bekerja dengan darah dan sumsum tulang untuk memperkuat darah. Juga baik untuk menstabilkan ketidakseimbangan hormon perempuan.

Blue dumortierite

Denim biru, atau bisa juga berwarna ungu dan coklat merah muda. Bekerja pada emosi dan kreativitas. Beroperasi dengan mata ketiga dan penelitian psikis.

Calcite

Biasanya berwarna putih atau tidak berwarna dengan semburat kuning, oranye, biru, merah muda, merah, hijau, coklat, hitam, atau abu-abu. Kadang berwarna-warni. Meningkatkan tingkat getaran dan meningkatkan penyembuhan lebih cepat dalam tubuh.

Cornaline

Warnanya berkisar dari oranye hingga koral, merah dan cokelat. Dianggap sebagai batu “keberuntungan”. Melindungi dari kemarahan dan kecemburuan. Membantu mengekspresikan keinginan seseorang. Dapat menenangkan kesedihan dan menyembuhkan luka secara fisik, meremajakan jaringan dan sel, serta mengobati pilek, alergi, dan neuralgia. Diyakini bisa membantu merangsang hasrat seksual.

Cat’s eye (Mata kucing)

Warnanya berkisar dari madu hingga kuning, hijau, dan cokelat. Merangsang intuisi dan kesadaran. Menghilangkan energi yang tidak diinginkan, dan banyak dimanfaatkan sebagai perlindungan.

Celestite 

Dalam gradasi warna biru muda hingga biru baja dan abu-abu, kadang berbutir kuning dan merah. Memunculkan energi positif, membantu menghilangkan kekhawatiran dan keputusasaan, serta meningkatkan kecerdasan. Menyelaraskan energi dalam tubuh dan membantu pengalaman keluar tubuh.

Untuk tubuh fisik, dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan pendengaran dan penglihatan, serta malfungsi mental dan menghilangkan racun. 

Chalcedony (mewakili keluarga besar batu dengan banyak sifat yang sama)

Warna berkisar di seluruh spektrum. Termasuk batu akik, jasper, heliotrop, cornelian, dan onyx. Membantu menghilangkan rasa takut, histeria, depresi, penyakit mental dan kesedihan. Mengurangi suhu tinggi. Baik untuk mata. Mendorong stabilitas dalam praktik ritual.

Baca juga:

Olah Tubuh ala Falun Gong

Manifestasi, Upaya Mengaktifkan Pikiran Bawah Sadar


Chiastolite atau Cross Stone

Warna berkisar dari putih hingga cokelat, hijau, merah, dan oranye dengan bentuk salib yang terlihat. Batu harmoni, keseimbangan dan stabilitas mental, intelektual dan emosional. Baik untuk darah, pembuluh darah dan masalah pernapasan. Menyeimbangkan energi chakra.

Chlorite (Klorit)

Sebagian besar berwarna hijau, tetapi bisa berwarna putih, kuning, merah, lavendel, atau hitam. Salah satu batu penyembuhan yang paling disukai untuk segala jenis kepositifan.

Citrine

Berkisar dari kuning sinar matahari hingga oranye. Dikenal sebagai batu ekspresi. Membantu menghilangkan kemarahan, memberi optimisme, membantu pencernaan dan kejernihan mental.

Diamond (Berlian)

Semua spektrum putih. Semakin banyak cahaya yang menyinari, semakin banyak pula cahaya putih yang dipancarkan. Ada beberapa berlian yang sangat langka yang berwarna kuning, coklat, hitam, merah muda atau biru. Dikenal sebagai batu kepolosan dan kemurnian. Menarik hal positif dan keberuntungan, membantu kreativitas, meningkatkan kapasitas psikis dan mendorong keselarasan dan keseimbangan.

Dolomite

Sebagian besar berwarna putih, tetapi bisa juga berwarna kuning, merah muda, abu-abu, coklat, atau hitam. Batu ini khusus diperuntukkan untuk menyembuhkan depresi. Ini membantu menghilangkan kesedihan. Digunakan untuk menyelaraskan dan menyeimbangkan berbagai energi dan menghilangkan penyumbatan. Dapat digunakan untuk kebocoran energi dari chakra. Juga membantu menyusun kembali otot, darah, tulang, gigi, kuku, dan rambut.

Emerald (Zamrud)

Berbagai corak hijau, beberapa menampilkan kuning dan biru. Dikenal sebagai "batu kesuksesan dalam cinta". Membawa kebahagiaan rumah tangga sekaligus kesetiaan dan kepekaan. Membawa keselarasan pada berbagai aspek kehidupan seseorang. Membantu komunikasi. Baik untuk kesuburan dan penglihatan.

Fluorite

Berkisar dari warna ungu muda hingga biru, hijau, kuning, cokelat, merah jambu, hitam, oranye kemerahan, dan tidak berwarna. Punya fungsi memberikan peringatan akan adanya energi yang tak diinginkan. Sering dimanfaatkan untuk menyeimbangkan energi dan menyerap energi yang bertentangan. 

Geodes

Berbagai warna, dari transparan hingga putih, ungu muda, biru, dan abu-abu smoky. Geode perlu dibuka untuk melihat warnanya. Kristal ini dapat membantu kita melihat gambaran umum suatu situasi, sehingga bisa dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat. Persentuhan dengan batu ini dapat membantu menghemat energi kita. 

Garnet (Merah delima)

Semua coraknya merah, dari merah sampai cokelat kemerahan, ungu kemerahan dan sangat gelap, hampir hitam, merah. Diyakini sebagai batu kesehatan. Mengubah energi negatif menjadi energi positif. Membantu sirkulasi, serta paru-paru dan jantung. Mendetoksifikasi dan memperkuat darah. Membantu melawan kelelahan dan peradangan serta mengembalikan keseimbangan.

Galena

Berbagai corak mulai dari abu-abu timah hingga perak dan hitam. Dianggap sebagai batu harmoni. Bantu atasi keinginan dan perasaan membatasi diri.

Howlite

Putih dengan urat hitam atau abu-abu. Memunculkan perasaan tenteram, tenang,  dan sabar, serta leih bijak dan positif. Menetralkan rasa sakit, marah, dan stres. Membawa sikap yang lebih halus. 

Baca juga:

Menjadi Orang Tua Bijak (bukan toxic parent)

Mengelola Pikiran agar Terhindar dari Stres Berlebihan


Hyalite atau Water opal

Hyalite adalah opal putih dengan tampilan seperti kaca yang mencerminkan keseluruhan spektrum warna. Membantu seseorang untuk lebih berkembang dan menemukan kedamaian. Selain itu membantu meningkatkan harga diri dan peluang memenangkan uang serta kecakapan dalam berkomunikasi. Batu ini berkontribusi terhadap keseimbangan energi pria dan wanita dalam tubuh dan membantu kejernihan mental.

Iolite

Warna berkisar dari biru hingga ungu, dengan kemungkinan terlihat kuning melalui transparansi. Menyerupai safir. Digunakan untuk memperkuat aura, menyeimbangkan Yin dan Yang, membangkitkan pengetahuan tentang diri sendiri dan meningkatkan intuisi.

Indicolite

Turmalin biru, dengan warna biru lebih dalam dibandingkan batu biru lainnya. Digunakan untuk memperkuat keterampilan komunikasi, bekerja dengan cakra mata ketiga dan tenggorokan, memfasilitasi kesadaran psikis.

Jasper

Berkisar dari merah bata hingga coklat kemerahan dengan urat atau bintik kuning, putih, abu-abu dan/atau hitam. Digunakan untuk kekuasaan dan perlindungan. Memberi kekuatan untuk mengekspresikan diri dan memperoleh kemandirian. Namun sekaligus juga membuat orang tetap membumi.

Kyanite

Terutama berwarna biru, tetapi juga ada dalam warna lain, seperti putih, hijau, abu-abu dan hitam, atau tidak berwarna. Menyeimbangkan dan membuka chakra. Membantu komunikasi di semua tingkatan, memandu energi sadar, meningkatkan ketenangan, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, membantu mengekspresikan dan mengingat mimpi.

Labradorite

Beraneka warna. Warnanya berubah sesuai dengan sudut pembiasan cahaya. Pangkal batu berwarna abu-abu keperakan dengan urat biru, merah jambu, hijau dan kuning. Berfungsi melindungi aura, membersihkan, menyeimbangkan, dan menyelaraskan tubuh halus, mengubah intuisi dan kecerdasan sehingga dapat menjalankan segala sesuatu dengan baik. Menjernihkan mata, membantu menyembuhkan asam urat, masuk angin, demam rematik, dan menstabilkan tekanan darah.

Lapis-lazuli

Biru, dengan nuansa yang berbeda-beda. Ada yang memiliki atribut putih dan ada pula yang berwarna kuning pirit. Konon batu ini sudah ada sebelum adanya zaman. Membantu merangsang kesadaran, digunakan untuk mendapatkan akses ke alam misterius, berdasarkan teks kuno. Baik untuk kesehatan ginjal, liver, kandung kemih, dan lambung. Dimanfaatkan juga untuk membantu memulihkan indra penciuman dan mengingat mimpi.

Lepidiolite

Semacam mika. Ada dalam warna ungu muda, merah muda, kuning, hijau atau putih. Sebuah batu yang membantu transisi antara tubuh dan jiwa. Memungkinkan perubahan terjadi dengan lembut dengan harapan dan penerimaan. Menghubungkan hati dengan jiwa dan digunakan untuk menemukan penyumbatan energi. Mencegah mimpi buruk. Baik untuk nyeri otot, kelelahan, stres, keriput, dan saraf.

Malachite

Batu dengan garis-garis mulai dari hijau terang hingga hijau sangat tua.

Sangat baik untuk menjernihkan emosi dan meningkatkan kapasitas fisik. Membebaskan diri dari trauma lama. Baik untuk asma, sendi bengkak, tumor, otot robek atau tegang.

Moonstone (Batu bulan)

Warnanya seperti susu dengan semburat kebiruan atau kekuningan. Mungkin juga tembus cahaya dengan patina merah muda atau kuning lembut. Membawa energi dari bulan, yang membantu menyeimbangkan emosi. Batu bulan biru memfasilitasi telepati, menyeimbangkan Yin dan Yang, dan membantu pertumbuhan spiritual. Batu bulan putih melindungi dari gangguan mental. Melindungi wanita dan secara alami merupakan batu pembaruan. Menyerap rasa sakit dan penyakit, masalah kesehatan kewanitaan, meregenerasi jaringan dan organ serta menjaga sistem reproduksi.

Baca juga:

Mengenali Karakter Orang lewat Zodiak dan Temperamen

Kesehatan Mental dan Skala Hawkins


Obsidian

Biasanya berwarna hitam dengan sisipan putih keabu-abuan, menyerupai kepingan salju. Inilah sebabnya mengapa disebut “obsidian kepingan salju”. Digunakan untuk perlindungan terhadap pikiran negatif, sebagai cermin kontemplasi, mengubah komunikasi negatif dan mengatasi obsesi. Meredakan nyeri dan membantu melancarkan peredaran darah, khususnya pada tangan dan kaki.

Opal

Opal tersedia dalam berbagai warna, bisa putih, atau biru, merah muda atau hijau untuk opal air, atau oranye hingga merah ceri untuk opal api. Setiap warna dikaitkan dengan bagian tubuh atau chakra tertentu. Masing-masing memiliki atribut metafisiknya sendiri sesuai dengan warnanya. Manfaat penggunaan batu opal secara umum adalah untuk mendorong introspeksi dan imajinasi, membangkitkan intuisi dan meningkatkan kejernihan pandangan. Ini juga digunakan sebagai alat untuk berekspresi.

Bornite 

Cokelat atau hitam, biasanya dengan semburat ungu/biru gelap dan permukaan retak berwarna tembaga. Memiliki kilau metalik. Membawa harapan dan meningkatkan semangat. Digunakan untuk merawat chakra dan membuatnya bekerja secara bersama-sama dan sendiri-sendiri. Melindungi dari hal-hal negatif dari luar. Membantu pembangunan tubuh dengan memperbaharui pertumbuhan dan perkembangan sel secara sempurna.

Peridot

Hijau limau, hijau kekuningan, dan hijau zaitun. Mengobati dan meredakan stres emosional, depresi dan kemarahan, membersihkan paru-paru, jantung, getah bening dan badan, membantu melawan rasa takut dan cemburu. Digunakan untuk perlindungan, meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan. Digunakan untuk pembaruan dan kebangkitan, intuisi, menginspirasi penyembuhan dan melawan infeksi dan 'flu. Baik untuk mencegah mimpi buruk dan memperkuat penglihatan. Dimanfatkan juga untuk mengurangi berat badan.

Pink quartz (Kuarsa merah muda)

Kristal merah muda tembus pandang. Batu kehangatan dan cinta. Menjaga emosi dan hati. Meredakan sakit hati dan membuka hati terhadap cinta. Meredakan kesendirian dan menekan rasa sakit. Membantu kita melupakan dan membawa kedamaian batin. Digunakan untuk mencegah kerutan dan memberikan corak yang bagus.

Ruby

Berkisar dari merah jambu hingga merah darah, merah menyala, dan merah cemerlang. Ruby adalah batu Bangsawan. Merangsang hati, membawa cinta, kesetiaan, kepercayaan diri dan keberanian. Memungkinkan kita mencintai diri sendiri dan jiwa kita pada saat yang bersamaan. Batu pengabdian. Baik untuk kesuburan. Membersihkan dan menghilangkan racun dalam sistem. Digunakan untuk mengobati demam, sirkulasi dan aliran darah yang buruk, gangguan jantung, sistem otot, tenggorokan, tiroid, dan otak.

Sapphire (Safir)

Biru tua hingga sangat gelap, hampir hitam. Juga ada dalam warna ungu, merah, merah jambu dan kuning, meski warna ini lebih jarang. Melambangkan kesetiaan, kebenaran, ketulusan dan kesetiaan. Membantu menyembuhkan seluruh bagian tubuh. Membantu komunikasi dan cakra tenggorokan, memberi kekuatan pada bagian tubuh ini.

Tiger’s eye

Cokelat kaya dan emas, dengan garis-garis emas dan coklat, menyerupai mata harimau. Menawarkan perlindungan, kejelasan dan keberanian, memberikan kekuatan, integritas dan kemauan. Batu yang sangat baik untuk stabilitas, memberi kekuatan di masa-masa sulit. Membantu mengatasi hiperaktif, manikdepresi, dan ketidakdewasaan, menciptakan keteraturan dari kekacauan, dan memungkinkan seseorang melihat tanpa ilusi. Baik untuk mata, sistem reproduksi, penglihatan malam hari, patah tulang, luka, memar, usus besar, pencernaan dan lambung. Membantu menghilangkan rasa sakit.

Topaz

Meskipun terutama dikenal karena warna birunya, topas ada dalam warna kuning, coklat, hijau pelangi, merah, abu-abu, merah muda dan tidak berwarna. Mendorong pikiran praktis. Sebuah batu ekspresi, meningkatkan kreativitas, kejernihan mental, dan meningkatkan kepercayaan diri. Membantu menggantikan kenegatifan dan depresi dengan kepositifan dan kegembiraan. Membantu mempertahankan keyakinan terhadap keadaan pencerahan. Mengembalikan hilangnya rasa, menyembuhkan luka dan ruam. Baik untuk gangguan pada hati, kandung empedu dan kelenjar endokrin.

Tourmaline

Banyak variasi warna, masing-masing dengan kegunaannya. Setiap warna berhubungan dengan chakra. Hitam mengusir hal-hal negatif. Biru untuk komunikasi dan mata ketiga. Cokelat membersihkan aura. Pink juga membawa kegembiraan. Hijau membuka cakra hati. Oranye meningkatkan kreativitas. Ungu memberi perlindungan dari benda gelap. Merah terang melambangkan cinta tanpa syarat. Kuning meningkatkan kecerdasan. Baik untuk sistem saraf dan melawan racun dalam darah atau getah bening, rasa dendam, migren, luka bakar, asma, nyeri rematik, bengkak dan kelumpuhan.

Baca juga: 

Stoikisme dan Upaya Melakoni Hidup Lebih Baik

Berdamai dengan Inner Child


Nah, itu dia keterangan dari sejumlah batu kristal. Hanya sedikit bagian, itu pun aku yakin banyak yang belum kenal beberapa di antaranya. Pemanfaatan batu-batu adalah dengan memakainya secara langsung, misalnya dengan meletakkan batu di area yang mendukung tujuan. Misalnya amethyst yang dimanfaatkan untuk membantu saat tidur, bisa diletakkan di bawah bantal. Atau di meja baca yang dekat dengan tempat tidur. Bisa pula dimanfaatkan sebagai kalung atau bandul kalung atau aneka aksesori lainnya. Dapat juga digabungkan dengan berbagai komponen lain untuk mendukung tujuan pemilihan materi-materi tersebut. Lain waktu kita bahas, ya. Termasuk produk-produk siap pakai. Namaste.

How to Choose the Perfect Swimwear for Your Body Shape?

Many people take advantage of hot days to go to clubs, the beach or the pool with their family or friends. For women, choosing the perfect swimwear can be a challenging task.

A piece that looks beautiful on a close friend may not look so good on you. Or maybe last season's bikini doesn't seem so exciting anymore. But don't worry, this is totally normal. The solution comes simply when you learn how to shapewear swimwear according to your body type.

 


What swimwear looks good on all body types?

In this case, you can choose the swimsuit as an assertive piece without fear of making mistakes. It never goes out of style, it conveys elegance and expands the female silhouette, making it perfect especially for shorter women. Women with a rectangular shape look even more beautiful with a piece of this type.

As the measurements of the shoulders, hips and waist are very similar, the swimsuit evens out the shape even more. A shapewear with a gathered design on the central panel of the body is interesting, as it will shape your waist and make you look even slimmer.

In the case of the hourglass body, the V-shaped and gathered neckline is interesting, as it will enhance the bust area, making the female body even sexier. In addition, the removable bra protectors give women the freedom to create a bra according to their personal needs.



In which cases is a bikini recommended?

It can be used in many different formats, as long as you apply tricks to further enhance your body type and create the perfect bikini that will make you even more confident and empowered.

For women with a triangular body shape, you can choose a bikini that has straps with good support. The gathered detail is interesting and can give more volume to the shoulders. Colors are also important in the process, red and pink, for example, will highlight the upper region even more.

At the bottom, the panties with a wide side balance your shape. Stretchy mesh fabric lining controls the tummy for a more symmetrical look. The compression delivered in the right measure reduces resistance to movement and leaves you with a more natural appearance.



How to achieve a slimmer and more elegant appearance?

A swimsuit with a gathered design that covers the entire waist area can easily give you a slimmer image. For an Oval-shaped body, details in the vertical lines of the body further elongate your silhouette and the drape of the fabric can be a detail that will make you more self-confident, as it subtly flatters your shape.

The V-neckline with the detail of the built-in cups is interesting because it helps to further disguise any fat in the belly area. This effect can be amplified even further if you choose a dark color. Wide straps, in addition to providing greater support for the upper body, also enhance the upper part of the body even more, balancing the proportions.

You can invest in more than one model and alternate colors for the top or bottom. If you want something simpler that adds practicality to your routine, you can take advantage of shapewear special deals to also buy different types of swimsuits. With a little creativity you can create beautiful and comfortable looks, as well as adapting these pieces for other hot days outside the beach.