Mengenali Karakter Orang Lewat Temperamen dan Zodiak

Dari dulu aku menggemari bahasan tentang manusia. Selalu menarik untuk mencermati manusia. Terutama setelah memasuki masa kuliah dan mendapat mata kuliah Pengantar Psikologi Umum. Lalu menemukan buku pengetahuan psikologi populer terkait temperamen. Tak ingat persis tulisan siapa dan terbitan mana. Tapi itu pengetahuan pertama yang sangat mengesankan buatku. Mencermati diri sendiri dan oran lain. Lalu iseng mengaitkannya dengan zodiak. 


Baca juga: Alaya, Kisah tentang Mimpi yang Mewujud, Takdir, dan Cinta

Masa kini, sudah banyak sekali teori kepribadian yang dilengkapi dengan aneka tes. Tapi, buatku, pengenalan soal temperamen di masa lalu itu sudah lebih dari cukup. Melihat ke diri sendiri, kelemahan dan kelebihan diri berdasarkan karakter yang khas dari temperamen tersebut. Melatari upaya untuk melakukan perbaikan diri, terlebih dengan aneka kegelisahan yang muncul akibat gegar budaya. Makhluk dari desa nun di Jawa Timur yang ujug-ujug harus berhadapan dengan aneka manusia dan persoalan kota sebesar Bandung. 

Ada apa saja di buku itu? 

Temperamen merupakan kombinasi kualitas mental bawaan. Penentunya banyak, termasuk kimia otak manusia dan kerja pada sistem saraf pusatnya. Studi tentang temperamen ini diyakini berawal dari dokter Yunani kuno, Hippocrates, dan dokter Romawi kuno, Galen, yang percaya temperamen tergantung pada cairan yang ada di tubuh manusia.

Temperamen digolongkan ke dalam empat macam:

1. Sanguin

2. Koleris

3. Flegmatis

4. Melankolis


Sanguin

Secara umum:

  • Optimis, komunikatif, dan aktif
  • Suka bersenang-senang
  • Punya energi yang besar
  • Cenderung ekstrover
  • Impulsif, mudah bosan, terlalu banyak bicara

Orang Sanguin adalah pembuat hidup suasana. Namun pada skala yang berlebihan, kehadirannya bisa mengganggu orang lain. 


Melankolis 

Secara umum:

  • Analitis, hati-hati, perfeksionis
  • Baik dalam mengerjakan hal detail
  • Terencana
  • Introver
  • Mudah curiga dan cemas, moody, obsesif.

Sifat perfeksionis orang Melankolis menghasilkan karya yang prima. Namun pada sisi lain, kecenderungannya yang terlalu detail serta sifatnya yang moody, menjadikan pekerjaan sering tertunda.


Flegmatis

Secara umum:

  • Tenang, setia, pemerhati
  • Baik dalam menjalin hubungan antarmanusia
  • Mudah beradaptasi 
  • Cenderung introver
  • Pasif, tidak punya ambisi, keras kepala

Orang Flegmatis adalah sang pembawa damai dan bisa menjadi pemimpin jika dibutuhkan. Pada sisi negatifnya, mereka sangat mungkin tak membawa perubahan apa pun. 


Koleris

Secara umum:

  • Percaya diri, cerdas, mandiri
  • Senang berada di posisi pemegang kendali
  • Kreatif dan konsisten dengan tujuan
  • Ekstrover
  • Agresif, tak mudah berempati, terlalu percaya diri

Orang Koleris memiliki bakat alami sebagai pemimpin. Namun jika sisi negatifnya yang lebih berperan, akan membuat orang lain tertekan. 


Baca juga: Memang, Selera Ngopi Tak Dapat Diperdebatkan


Setiap orang memiliki temperamen dominan, yang paling menonjol dan mudah dikenali. Jika dilakukan pengetesan, biasanya angkanya di atas 40% dibandingkan temperamen lainnya. Yang paling dominan, lalu disusul dominan kedua yang biasanya juga relatif mudah dicermati (bagi yang gemar mencermati karakter manusia). Namun, pengenalan karakter orang berdasarkan temperamen ini tentu saja tak bisa saklek. Karena karakter orang dibentuk oleh banyak faktor. Namun, sebagai pengantar, cukup menarik untuk dicoba. 

Misalnya, saat hadir di sebuah pertemuan, kita akan segera bisa menemukan Si Sanguin yang penuh pesona, yang dengan segera akan menemukan teman-teman baru. Lalu, saat keadaan tak cukup terkendali, atau dibutuhkan sosok yang muncul sebagai contoh, sudah dapat dipastikan Si Koleris yang akan ambil peran. Orang Melankolis akan mencatat dengan baik semua proses yang terjadi, dan dia bisa memberikan gambaran detail bahkan analisis jika dibutuhkan. Di mana orang Flegmatis? Mereka biasanya mengambil tempat yang terhindar dari orang banyak, atau di sudut yang bisa leluasa melakukan pengamatan. Dari contoh itu, sedikit banyak kita bisa memiliki gambaran akan melakukan bentuk komunikasi seperti apa dengan mereka. 

Sebagai pengantar, bukankah itu menarik?

Lalu, saat itu, saat di bangku awal kuliah itu, mulai menghubung-hubungkan temperamen dengan zodiak. Eh, kok zodiak yang itu kecenderungan temperamennya itu ya? Demikian aku mencermati pola karakter dari teman-teman di lingkungan sekitar.


Dalam zodiak, ada penggolongan berdasarkan elemen alam:

  • Udara: Cerdas, memiliki kemampuan beradaptasi dan bersoialisasi. Tidak stabil, penuh keraguan, sering bertindak terburu-buru
  • Tanah: Stabil, tenang, realistis. Dingin, kaku, materialistis. 
  • Air: Peka, adaptif, intuitif. Mudah terpengaruh, pasif, malas. 
  • Api: Kepribadian yang kuat, percaya diri, penuh ide. Minim toleransi, egois, agresif.


Dan jika dikaitkan dengan temperamen, jadilah begini: 

  • Sanguin - Udara (Aquarius, Gemini, Libra)
  • Melankolis - Tanah (Capricorn, Taurus, Virgo)
  • Plegmatis - Air (Pisces, Cancer, Scorpio)
  • Koleris - Api (Aries, Leo, Sagitarius)

Cocok nggak? Kalau nggak cocok, jangan diambil hati ya... 


Baca juga: Mercury Retrograde dan Pengaruhnya


Ingatan soal temperamen dan keisengan masa awal menjadi mahasiswa ini muncul gara-gara konten IG permintaan seorang kawan soal 'introver yang ekstrover.' Permintaan, yang kuduga, intinya adalah apakah seseorang bisa memiliki dua sifat itu sekaligus. Tentu saja bisa. Dalam skala yang berbeda, dan biasanya muncul berlaku dalam suasana yang berbeda pula. Tubuh yang akan memilih sendiri. 

Buatku sendiri, pembelajaran di masa muda itu masih sangat relevan. Dan berulang kali menjadi pengingat bagi diri sendiri. Kesadaran diri yang kadang terlalu santai, tak punya obsesi bahkan tak punya mimpi. Hal-hal yang perlu diperbaiki. Atau saat down, mengingatkan diri sendiri bahwa aku seorang yang fleksibel, yang akan mampu melewati segala persoalan. Begitu pun saat harus berhadapan dengan orang lain yang rumit.

Ya, mempelajari manusia dari berbagai perspektif itu menarik. Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia mengatakan: 
Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput. 

Sepakat, manusia memang rumit. Tapi, bukankah itu tantangannya? Karena aku ingin terlibat dalam setiap upaya kebaikan. Untuk sekadar ikut memastikan, bahwa semua orang bisa baik-baik saja. Bahwa manusia bisa hidup dengan damai dalam segala perbedaannya. Aku meyakini, selagi dengan sepenuh kesadaran mengakui adanya perbedaan dalam diri manusia secara personal, dan menjadikan hal itu sebagai hal yang positif untuk saling melengkapi, relasi antarpersona dapat berjalan dengan baik. Komunikasi adalah kunci. 

Demikianlah, aku tak takut menghadapi perbedaan.. Kamu juga kan?

Gara-gara mengeja kembali catatan tentang temperamen ini, lantas dipertemukan dengan catatan lain soal zodiak dan shio dalam detail yang menarik. Sepertinya Semesta sedang memintaku untuk mempelajarinya dengan lebih serius. 

12 comments

  1. Aku kok tertarik banget membaca artikel ini. Jadi gini, aku tuh penganut karakter berdasarkan mesin kecerdasan STIFIn yang mengategorikan potensi manusia berdasarkan belahan otak. Nah, di sana aku tipe tanah, eh ternyata secara zodiak dan temperamen kok tanah juga. Bisa nyambung gini, siiih ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang tanah itu keren banget di analisis. sering bikin terbengong-bengong. hih! kerenlah urusan detail mah.

      Delete
  2. hihihi pas banget
    sewaktu saya memasukkan perangai ke dalam 4 macam temperamen (ternyata saya punya beberapa di sini, beberapa di situ)
    kemudian saya masukkan ke zodiak
    Hasilnya: pas!
    kerennn....

    ReplyDelete
  3. Saya kayaknya melankolis, tapi saya Leo, hehehe.
    Kalau elemennya udara keknya yang cocok.
    Jadi ingat, dulu pas masih remaja, suka banget pantengin planet remaja ya kalau nggak salah nama acaranya, hanya buat liat zodiak, hahaha

    ReplyDelete
  4. Kalau pas baca karakter cocok sih daku yang Pisces adalah Flegmatis hehe. Apalagi ternyata unsur air dibilang intuitif, hemm mantul banget sih ini

    ReplyDelete
  5. Waduh, saya bisa condong ke dua karakter ini, gimana dong mba? Hehehe. Menarik juga mengenal psikologi diri seperti ini. Asyik mba tulisannya.

    ReplyDelete
  6. eh iya cocok, aku pas baca ciri-ciri sanguin langsung merasa, "kayaknya aku sanguin nih" terus baca berikutnya ternyata libra emang masuk golongan sanguin.

    ReplyDelete
  7. Mengetahui temperamen memang bukanlah hal yang mudah dan gampang. Artikelnya bisa menjadi referensi.

    ReplyDelete
  8. Saya sepertinya gak cocok. Hehehe. Secara emang ada yang kebetulan sama tapi dari temperamental malah beda. tapi kembali semuanya gak terlalu dipikirkan sih ya. Hehehe

    ReplyDelete
  9. Dari ciri-ciri di atas, sepertinya saya masuk di karakter sanguin deh. Wkwkwk, kebanyakan bicaranya, suka bersenang-senang. Hmm tapi cenderung ekstrovert? Kayaknya gak deh, soalnya lebih senang sendiri dibanding ketemu orang. Tapi kalau udah di lingkungan orang-orang yang bikin nyaman, ya sayanya aktif.

    ReplyDelete
  10. Baru tau nih ada Temperamen, selama ini taunya Zodiak aja. Semangat Kak buat belajar lebih dalam lagi tentang ini, menarik juga ya

    ReplyDelete
  11. Yes, manusia memang rumit. Tapi, itu tantangannya dan komunikasi adalah kuncinya. Wah, aku masuk yang mana ya..kasih tahu enggak sih hihi
    Senang baca ini, lengkap sekali info cara mengenali karakter orang lewat temperamen dan zodiaknya

    ReplyDelete