Rumah Ronin, Blognya Keluarga Kucing Cikoneng

Meski tak membuat resolusi secara khusus pada pergantian tahun kemarin, aku berkomitmen kepada diri sendiri, tahun ini akan lebih banyak membaca dan menulis. Membaca apa saja, menulis apa saja. Salah satu yang kuagendakan adalah "menghidupkan" blog. Ada dua blog yang sama sekali tak kusentuh selama setahun terakhir. Salah satunya adalah blog tentang kucing. Namanya Rumah Ronin, blog tentang keluarga Kucing Cikoneng dan serba-serbi dunia kucing.

Baca juga: Jangan Pelihara Kucing, Buku Kisah Kucing Bersama Penerbit Epigraf

Sebagai pekerja lepas yang menawarkan jasa penulisan, aku memang tak fokus menulis di blog. Sejauh ini blog pribadi semata untuk menuangkan hal-hal sederhana yang kebetulan melintas dalam benakku, atau adanya peristiwa-peristiwa tertentu yang cukup mempengaruhiku. Termasuk dua blog lain, yang bertema kucing dan musik. Kucing, karena mereka ada di keseharianku. Musik, lebih banyak dimanfaatkan untuk post ulang bahan siaran. Setelah tak siaran, blog pun akhirnya vakum. Tampaknya perlu direncanakan kembali untuk menghidupkannya. Untuk sekarang, mencoba fokus membenahi blog kucing. 


Apa sih Rumah Ronin?

Rumah keluarga kucing Cikoneng tentunya sudah ada sejak ada kucing sebagai penghuni tetap rumah. Persisnya setahun setelah kepindahanku ke rumah baru, rumah yang kuhuni sekarang, ada seekor kucing yang menemaniku. Aku bukan "manusia kucing". Pengenalanku terhadap binatang peliharaan hanyalah ternak. Ada banyak ayam dulu dipelihara oleh bapakku di kampung. Atau kambing dan sapi yang dipelihara tetangga. Kucing tak pernah masuk dalam ranah kehidupan pribadiku. Hingga kucing pemberian kawan itu.

Namanya Kapten. Terdengar gagah, bukan? Seperti puisi Walt Whitman yang didedikasikan untuk Presiden Abraham Lincoln yang baru mangkat: "O Captain! My Captaun!"

Saat itu, 2005, aku belum kenal steril. Kapten mulai kabur-kaburan dari rumah saat memasuki masa berahi. Begitu pun seekor betina cantik yang sedianya kuadopsi dari jalanan sebagai teman Kapten, akhirnya bunting dan melahirkan. Beranak-pinak. 

Baca juga: Naga Chan dalam Kenangan 

Singkat cerita, pembenahan kehidupan perkucingan mulai dilakukan setelah mengenal sterilisasi. Pemandulan pada kucing. Tak ada lagi kucing yang melahirkan di rumah. Tak ada jantan rumah yang membuahi betina-betina liar. Tapi tetap, ada saja kucing-kucing liar yang membutuhkan bantuan. Untuk mendukung keuangan pasukan kucing, aku menyiapkan lapak dagangan. Kebetulan, saat itu aku baru mengadopsi dua kucing kecil dari tempat pembuangan sampah sementara daerah Buah Batu Bandung. Kunamai mereka Ronin dan Maiku. Saat itu aku masih bekerja di sebuah tempat kursus Bahasa Jepang. Nama Ronin inilah yang kemudian kucomot sebagai nama lapak keperluan kucing dan lain-lain, untuk kebutuhan media sosial seperti Instagram dan Facebook, dan blog kucing. Khusus produk, dapat ditemukan juga di lokapasar Tokopedia dan Shopee.


Ada Apa Saja di Blog Rumah Ronin?

Lewat blog kucing ini, aku berbagi tentang kehidupan geng kucing di rumah. Sejarah mereka menjadi keluarga, riwayat kesehatan, dan hal remeh-temeh soal keseharian mereka. Selebihnya berupa cerita kucing, kesehatan kucing, produk-produk untuk kucing, aneka peristiwa terkait kucing, kucing-kucing sahabat, juga produk-produk yang kami pakai dan pasarkan lewat lapak Rumah Ronin.

Mulai merawat kucing sejak 2004, mengenal steril kucing pertama tahun 2009, dan mulai bergiat untuk menjadi penyelenggara sterilan sejak 2012, dapat dikatakan aku cukup paham dunia perkucingan. Jangan sebut mahir, karena itu bukan keahlian. Makanya menjadi hal tak menyenangkan ketika ujug-ujug ada pesan di WhatsApp yang bertanya tentang penyakit kucing. Tanya soal penyakit mah ke dokter, atuuuuh. Da saiyah juga kalau kucing sakit dibawa ke dokter, bukan coba-coba diagnosis dan obati sendiri. 

Baca juga: Berkenalan dengan Qori Soelaeman, Ibu Seribu Kucing

Ya, kalau aku menyebut tentang durasi waktu aku intensif mengurus kucing, bukan bicara soal kepakaran. Sekadar pengalaman. Dan pengalaman itu bukan hanya bicara tentang kucing juga tapi kebiasaan-kebiasaan kucing, hal-hal menyenangkan dan konyol yang sering kucing-kucing lakukan. Bahkan bagaimana menghadapi kematian kucing. Pengetahuan dan pengalaman untuk dibagikan. Soal kepakaran, tetap, tanyakan pada ahlinya. 

Semoga Rumah Ronin bisa cukup membantu untuk yang butuh acuan informasi awal soal kucing. Keluarga kucing Cikoneng hanya sebagai contoh. Semoga terus cukup energi untuk membangun blog kucing, dan bahkan lebih aktif dari blog utama Ibu Meong. Perlu banyak belajar juga dari teman-teman blogger Blog Sunglow Mama. Siapa tahu bisa dimonetisasi lumayan kan, menjaga keberlangsungan hidup pasukan meong. 



1 comment

  1. Salut mbak bisa membuat blog yang membahas mengenai kucing. Aku sendiri masih mikir mau pelihara kucing untuk si kecil nih

    ReplyDelete