Just for You, Karya Lama Richard Cocciante yang Abadi

Saat masih gawe di radio siaran, pada suatu masa, lagu ini sempat dilarang tayang untuk kurun waktu tertentu. Bukan, bukan karena larangan pemerintah orde baru yang masa itu cukup represif termasuk larangan menayangkan konten tertentu. Alasannya adalah karena "Just for You", lagu dari Richard Cocciante ini terlalu sering dirikues, hingga admin urusan musik meminta untuk tak putar dulu hingga diputuskan bisa mengudara kembali. Ada yang punya kenangan dengan lagu ini?



Baca juga: Karya James F Sundakh yang Tak Lekang oleh Waktu

Lagu ini, sampai hari ini masih dirikues di program live yang kubuat di TikTok. Meski orang bisa memutar lagu di platform musik, banyak yang masih suka berdialog seperti pada masa radio siaran. Barangkali ini memang kebutuhan orang untuk berkomunikasi dengan orang lain demi menjaga kesehatan mentalnya. Pengin colek Mbak Alienda Sophia, bikin live juga, yuk, bicara pengalaman menjaga kesehatan mental.

Kembali ke soal Just for You, kulanjutkan lagi ceritanya, ya.


Mengapa Just for You Begitu Diminati?


Coba cek liriknya, ya. Ini lagu sebetulnya gombal banget kalau lihat dari liriknya.


I can't stay now and just wait now, my hands then go so impatient

many things I've got to do now for the first rise of the morning.

Though she dream and peaceful slamber, sleep to me just doesn't come

when she wake I'll try tell her everything I have to say.

And the night so dark inside me makes me finaly understand

where the love that she has given me, she can light the sky forever.

It's the way she give so freely, it's the way she takes my hands,

I just ask the sun shine brightly got to see her smile again.


Then I sing a song I've writen and I'll make the whole world listen

in the silence just for you, like no one has ever heard.

And I wake up all the lovers and I give them back for hours

and we'll do the things we wanted the way that lovers do.


And we'll run into the street and we'll start to dance like crazy

cos she want only to feel joy in the love she gives and needs.

And we'll take it time to stop quarels and paint the street and building, rainbow color everyone

those she wants, colors to sing, and we'll paint full fill with flowers,

make the street alive with spring, make a place where lovers go, to love the way that lovers do.


Then we'll fly into the sky and we'll choose into the stars

and our stars return the hole world,

the love we have, we are,


the love we share is sweet

the love we know is real, that love is not to dream, but last we know that alone

Because you love and my begin without dreaming all begin,

and the love that you have give return to us to win

cos your love for me is not begining and the end your love

and mine is now for me for love, you love for me forever ....


Nah, betul, kan ... gombal, kaaan?


Baca juga: September Ceria by Vina Panduwinata


Suatu hari, di saat libur, aku berkunjung ke studio. Saat itu masih belum lulus kuliah. 1997. Seseorang datang dengan membawa kaset, minta direkamin lagu Just for You. Kaset C-90 diisi sepenuhnya dengan lagu ini. Merekam lagu itu tidak diperbolehkan, ya, gaeees. Cuma dengan toleransi "merekam untuk konsumsi pribadi". Buat yang belum hafal kaset, C-90 itu artinya berdurasi 90 bolak-balik. Satu sisi durasi 45 menit. Jadi, jika lagunya berdurasi 5 menit, maka dalam satu sisi terdapat 9 lagu. Bayangkan, 9 lagu di satu sisi itu isinya Just for You semuanya. Gokil, kan? Sedemikian ia kesengsemnya dengan ini lagu. Ia tak mengakui persis, sih, kenapa suka betul dengan lagu itu. Hanya dibilang liriknya nempel banget di kepalanya.

Kami lantas berteman cukup dekat. Beberapa tahun pasca reformasi barulah aku tahu bahwa beliau ini adalah keluarga dari salah satu sosok yang banyak disebut dalam sejarah tanah air. 

Baca juga: Konser Sawung Jabo bersama Sirkus Barock di Bandung


Polemik Pencipta Just for You

Mencari referensi soal Richard Cocciante ini susah betul. Apalagi di masa lalu, sebelum internet familier dan menyediakan sumber yang mudah diakses. Masa itu, pengetahuanku soal ini lagu hanya sebatas karya Richard Cocciante, penyanyi dan pencipta lagu berkebangsaan Italia-Prancis. Pada tahun-tahun ke belakang barulah tahu informasi lebih detailnya. Termasuk munculnya polemik orang yang mempertanyakan pencipta ini lagu. Ada yang menyebut Just for You bukan karya Richard Cocciante. Akhirnya kukubek lagi berbagai referensi. Kesimpulannya: Just for You adalah karya Richard Cocciante.

Riccardo Cocciante--demikian nama aslinya--lahir pada 20 Februari 1946 di Saigon, Vietnam, dari ayah seorang Italia dan ibu Perancis. Pada usia 11 tahun keluarga membawanya pindah ke Roma, Italia. Berikutnya ia mencicipi tinggal di beberapa negara, yakni Perancis, USA, dan Irlandia. Minatnya pada seni musik sudah terlihat dari kecil. Awalnya ia hanya bermain organ dengan membawakan musik-musik R&B. Masuk tahun 1960-an barulah ia unjuk suara sebagai penyanyi. Cocciante sempat membentuk band GL6 bersama Marco Luberti dan Paolo Casella. Di sinilah ia mulai menggunakan nama panggung Richard Cocciante. Mereka berhasil merekam tiga lagu berbahasa Inggris yang muncul di film pada kurun 1971-1972. 

Baca juga: George Michael dalam Kenangan

Lepas dari grup, Cocciante mencetak sukses dengan album solonya. Sayangnya ia sempat terperosok kasus kontroversial. Lagunya, "Bella senz'anima" yang menjadi hits besar diprotes banyak kalangan karena dinilai seksis. Pasca kontroversi itu ia sempat menarik diri dari publik. 

Kemunculannya kembali  pada 1976, mendulang sukses. Satu lagunya yang ditulis dalam bahasa Italian, "Margherita" menjadi signature song-nya Cocciante. Itu pula yang terjadi saat ia merilis lagu tersebut dalam versi bahasa Inggris pada 1978. Lagu yang menjadi kesayangan penyuka musik di tanah air. 

Sejak saat itu Cocciante terus berkarya. Ia merilis lagu dalam empat bahasa, Italia, Perancis, Inggris, dan Spanyol. Ia menyanyikan kembali lagu-lagu terkenal, seperti "Michelle"-nya The Beatles yang juga disukai pasar. Ia juga merancang pertunjukan musikal populer yang dikenang. 

Baca juga: I Love You Sofie, Lagu Lama yang Terus Eksis

Kini, Cocciante telah memasuki usia 10 windu. Semoga masih terus berkarya dan dinikmati pecinta musik dunia. 

No comments