Unforgiven, Film Clint Eastwood yang Panen Penghargaan

Seorang kawan menyodoriku judul ini, ketika aku sedang butuh rekomendasi tontonan. Unforgiven. Film yang rilis tahun 1992, dari garapannya Clint Eastwood. Lantas teringatkan, beberapa hari sebelumnya sempat melihat tayangan soal Eastwood yang sedang jalan-jalan. Orang berbagi tentang betapa sosok ini masih aktif di usianya yang sudah melewati 90 tahun (lahir 30 Mei 1930). Kebetulan film tersebut kutemukan di bank filmku yang memang belum semuanya kutonton. Satu di antara sekian film koboinya Eastwood.



Baca juga: Film Mafia yang Layak Tonton di Malam Minggu

Unforgiven menceritakan tentang pensiunan gunslinger yang tergoda untuk kembali beraksi berkat iming-iming uang. Film yang dibintangi Clint Eastwood, Gene Hackman, Morgan Freeman, Richard Harris, Jaimz Woolvett, Saul Rubinek, Frances Fisher ini berhasil memenangkan empat Academy Awards dan masuk nominasi untuk 6 kategori lainnya.


Berawal dari Peristiwa Brutal yang Menimpa PSK

Film diawali dengan adegan percintaan yang berakhir dengan peristiwa naas yang menimpa si perempuan. Rupanya peristiwa tersebut berlangsung di sebuah rumah bordil. Korbannya, seorang PSK. Pelakunya, seorang koboi bernama Quick Mike (David Mucci). Atas nama peduli kawan seprofesi, rekan-rekan korban kemudian mengadukan peristiwa tersebut kepada serif Big Whiskey, Little Bill Dagget (Gene Hackman). Alih-alih memberikan hukuman berat, sang serif hanya mengenakan denda kepada Mike dan temannya, Davey Bunting (Rob Campbell).

Merasa tidak mendapatkan keadilan, salah seorang perempuan rumah bordil itu lantas membuat pengumuman akan memberikan imbalan bagi siapa pun yang berhasil membunuh Mike dan Bunting. Imbalannya tak tanggung-tanggung, $1000. Yang membuat seorang muda bernama Kid (Jaimz Woolvett) begitu terobsesi untuk mendapatkan hadiah tersebut. Anak muda inilah yang berhasil membawa keluar William Munny (Clint Eastwood) dari rumahnya.

Kid telah mengumpulkan informasi soal Munny, sosok yang dianggap sebagai gunslinger legendaris berdarah dingin. Apa yang disaksikan Kid di depan matanya, sempat mengecewakannya. Munny hanyalah sosok orang tua yang ringkih, miskin, dan tak berdaya. Digambarkan, bahkan menangkap babi pun Munny tak sanggup. Meski begitu Kid masih mengharapkan Munny bergabung, lalu meninggalkan rumahnya di Kansas tersebut, membiarkan lelaki itu berpikir. 

Dan demikianlah, Munny memutuskan untuk bergabung dengan membawa serta kawannya di masa lalu, Ned Logan (Morgan Freeman).

Adegan berikutnya adalah perjuangan Munny untuk kembali membiasakan diri untuk berkuda. Obrolan di antara ia dan Logan banyak diisi dengan rasa sesal dengan apa yang dilakukannya di masa mudanya. Bahwa istrinyalah yang berhasil membuatnya berhenti. Istri yang dicintainya, yang telah meninggal mendahuluinya. Alasan tentang "membela perempuan yang tertindas" itu tampaknya cukup masuk akal buat Munny kembali angkat senjata. 

Baca juga: Black Book, Kisah Perjuangan Seorang Perempuan Yahudi


Film dengan Gambar yang Memukau

Penggambaran karakter di film ini, menarik. Terutama untuk dua sosok yang berseberangan, Munny dan Bill. Sosok pertama dikenal sebagai penjahat, pembunuh berdarah dingin. Sosok kedua adalah seorang penegak hukum yang sangat ketat dalam mengawal kotanya. Namun yang kemudian ditampilkan adalah pergeseran karakter mereka. Sikap tegas Bill yang mestinya berangkat dari aturan hukum, pada praktiknya berubah menjadi tindakan yang kejam. Penggambaran yang sangat baik ditampilkan saat Bill menghadapi English Bob (Richard Harris), yang datang ke Big Whiskey untuk mengikuti sayembara. Seram tapi seru! 

Penggambaran karakter yang berubah juga ditunjukkan lewat perannya Kid dan Logan. Kid, anak muda miskin pengalaman yang sok tahu, dan Logan yang awalnya berangkat dengan keyakinan, malah memutuskan untuk mundur. Keputusan yang salah besar, karena menjadikannya tertangkap dan menjadi bulan-bulanan Bill dan anak buahnya. Logan tewas. Kabar kematian Logan inilah yang menjadikan perjalanan film berikutnya berjalan lebih cepat. Munny yang menuntut balas, dan melakukan hal-hal yang memang harus dilakukannya. 

Ya, buatku ini film terhitung lambat sebelum masuk ke adegan perburuan oleh Munny. Untunglah dialog-dialognya menarik. Jadi, tak sampai membuatku bosan. Dan tentu saja, pengambilan gambar yang memang cihuy. Tak heran kalau film ini mendapatkan Oscar untuk kategori "Best Picture".

Dalam pemeranan, Eastwood bermain natural dan cool seperti biasanya. Sebetulnya aku bukan penggemar Eastwood untuk posisi dia sebagai aktor. Pun di film ini, buatku tak terlalu istimewa. Lebih menarik Gene Hackman, yang sukses berperan sebagai serif yang temperamental. Di film ini, Hackman juga mendapatkan Oscar untuk kategori "Best Actor in a Supporting Role".

Selain "Best Picture" dan "Best Actor in a Supporting Role", dua kategori lain yang dimenangkan Unforgiven di ajang Academy Award adalah "Best Director" (Clint Eastwood) dan "Best Editing" (Joel Cox).

So, bagaimana mengisi akhir pekan kali ini? Mau ikut nonton Unforgiven juga? Atau mau memilih film Indonesia? Atau melewatkan waktu dengan ngintip tayangan kuliner, atau cek-cek postingan blogger makanan?

Happy wiken, yaaa...


Baca juga: Gundala, Sebuah Harapan untuk Film Indonesia


Judul film: Unforgiven

Sutradara: Clint Eastwood

Produser: Clint Eastwood

Penulis naskah: David Peoples

Pemeran: Clint Eastwood, Gene Hackman, Morgan Freeman, Richard Harris

Penata musik: Lennie Niehaus

Distributor: Warner Bros.

Rilis: 7 Agustus 1992

Durasi: 131 menit




1 comment

  1. keren sih kalau ada film jadul tetapi masih memukau ditonton sampai sekarang. kayanya emang bener2 bagus, ya

    ReplyDelete