Perempuan sering kali dijadikan bahan becandaan saat bicara tentang kendaraan. Dari yang "sein kanan belok kiri" atau "emak-emak tak pernah salah". Ada pula meme yang menceritakan tentang perempuan muda yang mempertanyakan tentang oli yang harus ganti secara berkala. Cerita itu dikasih puch line: "mending uangnya dipakai beli seblak aja", yang menunjukkan betapa perempuan tak mengerti dunia otomotif. Apakah betul begitu? Pasti ada yang se-tak peduli itu, tapi banyak juga yang apik dalam merawat kendaraan. Aku sendiri tak begitu mengerti soal mesin kendaraan. Tapi kalau sekadar pentingnya oli atau kapan perlu ganti kampas rem, tentu saja paham.
Baca juga: Mengenal Sabotase Diri dan Mekanisme Koping
Kurasa, untuk sekadar tahu bahwa ada yang tak beres dengan kendaraan kita tak perlu menjadi ahli, tak perlu menguasai detail soal teori otomotif. Ada patokan sederhana yang bisa kita pegang. Apalagi jika kendaraan itu memang satu-satunya teman perjalanan kita. Sebegitu sudah membantu kita sepanjang waktu, masa kita nggak mengenali kebutuhan mereka?
Rem dan Keselamatan Berkendara
Bicara soal rem, bicara soal keselamatan berkendara. Rem yang tidak berfungsi optimal akan berpotensi membuat kita celaka karena kendaraan tak bisa dikendalikan. Berapa sering kita mendengar atau membaca berita tentang kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh rem yang blong? Aku sendiri pernah beberapa kali mengalami. Tiga di antaranya cukup serius meski tidak berakibat fatal. Mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk perbaikan dan harus istirahat karena badan mengalami memar-memar.
Sebetulnya aku cukup beruntung, karena menjadi orang yang tak segan bertanya. Selagi melakukan servis rutin, aku sering tanya hal-hal terkait perawatan motor. Terlebih si Beaty, motorku itu, sudah cukup berumur. Sehingga perlu perhatian ekstra, agar tak rewel. Bukan hanya manusia, motor pun perlu disayang-sayang.
Yang kemudian menjadi masalah adalah eksekusi yang lambat. Sudah muncul gejala-gejala tidak beres dengan motor, tapi tak segera dilakukan perbaikan. Dalam kurun beberapa lama, setiap kali mengerem butuh kekuatan ekstra saat menariknya. Selain itu sudah muncul suara berdecit. Maka demikianlah, kecelakaan pun tak terhindarkan.
Salah satu yang menjadikan rem kita pakem adalah kampas rem. Pastikan komponen ini berfungsi dengan baik atau tidak aus.
Baca juga: Menelisik Kepribadian lewat Numerologi Nama
Tanda Kampas Rem harus Segera Diganti
Berbeda dengan oli yang penggunaannya dalam durasi relatif pendek, masa hidup kampas rem terbilang lama. Inilah yang sering menjadikan orang alpa untuk menggantinya. Bukan soal harga, karena harga kampas rem relatif terjangkau. So-so-lah dengan harga oli. Kampas rem motor sendiri fungsinya adalah menekan piringan cakram atau dinding tromol untuk menghentikan laju kendaraan. Pergesekan yang berlangsung terus menerus menjadikan kampas rem aus dan menipis. Ketika kampas rem sudah tipis, proses pengereman akhirnya tidak optimal.
Dari berbagai referensi, kudapatkan rekomendasi penggantian kampas rem motor adalah jika kendaraan sudah menempuh jarak sekitar 32.000 km atau dalam kurun satu tahun. Tentu saja menyesuaikan kondisi lalu lintas dan medan jalanan yang dilalui. Makin sering dilakukan pengereman, makin cepat kampas rem menipis.
Tanpa melihat angka meter dan kalkulasi frekuensi pengereman, ada beberapa tanda yang dapat kita jadikan patokan:
- Rem terasa kurang pakem
- Tuas rem harus ditarik atau diinjak lebih kuat
- Jarak pengereman yang makin jauh
- Terdapat bunyi mendengung pada motor dengan rem tromol atau berdecit pada rem cakram saat dilakukan pengereman
Jika tanda itu mulai kita temukan, saatnya melakukan pengecekan. Buat yang mampu mengerjakannya sendiri, pengecekan mandiri kampas rem motor sebaiknya dilalukan rutin. Tanpa menunggu tanda.
So, buat yang bisa menangani motornya sendiri, periksalah ketebalan kampas. Jika harus diganti, cek harga kampas rem, belanja, langsung ganti. Kalau tidak, ya serahkan saja ke ahlinya alias bawa ke bengkel.
Ah, satu hal lagi. Selain terkait perangkat, keselamatan berlalu lintas juga terhubung langsung dengan kesadaran kita. Salah satu peristiwa kecelakaan yang kualami bukanlah semata soal rem. Namun karena kesadaran yang sedang mengawang-awang. Malaweung, kalau kata orang Sunda. Terbayang, kan, sudah mah malaweung, kampas rem aus? Celakanya dobel, hehe. Nah, kalau mau dapat layanan prima belanja kampas rem, bisa cek-cek Planetban. Tapi, tetap, soal jaga kesadaran saat berkendara adalah tanggung jawab pribadi.
Hati-hati berkendara, ya. Namaste.
Baca juga: Kesadaran Spiritual



















