Showing posts with label advertorial. Show all posts

Kampas Rem Prima, Aman Berkendara

Perempuan sering kali dijadikan bahan becandaan saat bicara tentang kendaraan. Dari yang "sein kanan belok kiri" atau "emak-emak tak pernah salah". Ada pula meme yang menceritakan tentang perempuan muda yang mempertanyakan tentang oli yang harus ganti secara berkala. Cerita itu dikasih puch line: "mending uangnya dipakai beli seblak aja", yang menunjukkan betapa perempuan tak mengerti dunia otomotif. Apakah betul begitu? Pasti ada yang se-tak peduli itu, tapi banyak juga yang apik dalam merawat kendaraan. Aku sendiri tak begitu mengerti soal mesin kendaraan. Tapi kalau sekadar pentingnya oli atau kapan perlu ganti kampas rem, tentu saja paham.

Baca juga: Mengenal Sabotase Diri dan Mekanisme Koping

Kurasa, untuk sekadar tahu bahwa ada yang tak beres dengan kendaraan kita tak perlu menjadi ahli, tak perlu menguasai detail soal teori otomotif. Ada patokan sederhana yang bisa kita pegang. Apalagi jika kendaraan itu memang satu-satunya teman perjalanan kita. Sebegitu sudah membantu kita sepanjang waktu, masa kita nggak mengenali kebutuhan mereka? 


Rem dan Keselamatan Berkendara

Bicara soal rem, bicara soal keselamatan berkendara. Rem yang tidak berfungsi optimal akan berpotensi membuat kita celaka karena kendaraan tak bisa dikendalikan. Berapa sering kita mendengar atau membaca berita tentang kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh rem yang blong? Aku sendiri pernah beberapa kali mengalami. Tiga di antaranya cukup serius meski tidak berakibat fatal. Mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk perbaikan dan harus istirahat karena badan mengalami memar-memar. 

Sebetulnya aku cukup beruntung, karena menjadi orang yang tak segan bertanya. Selagi melakukan servis rutin, aku sering tanya hal-hal terkait perawatan motor. Terlebih si Beaty, motorku itu, sudah cukup berumur. Sehingga perlu perhatian ekstra, agar tak rewel. Bukan hanya manusia, motor pun perlu disayang-sayang. 

Yang kemudian menjadi masalah adalah eksekusi yang lambat. Sudah muncul gejala-gejala tidak beres dengan motor, tapi tak segera dilakukan perbaikan. Dalam kurun beberapa lama, setiap kali mengerem butuh kekuatan ekstra saat menariknya. Selain itu sudah muncul suara berdecit. Maka demikianlah, kecelakaan pun tak terhindarkan.

Salah satu yang menjadikan rem kita pakem adalah kampas rem. Pastikan komponen ini berfungsi dengan baik atau tidak aus. 

Baca juga: Menelisik Kepribadian lewat Numerologi Nama


Tanda Kampas Rem harus Segera Diganti 

Berbeda dengan oli yang penggunaannya dalam durasi relatif pendek, masa hidup kampas rem terbilang lama. Inilah yang sering menjadikan orang alpa untuk menggantinya. Bukan soal harga, karena harga kampas rem relatif terjangkau. So-so-lah dengan harga oli. Kampas rem motor sendiri fungsinya adalah menekan piringan cakram atau dinding tromol untuk menghentikan laju kendaraan. Pergesekan yang berlangsung terus menerus menjadikan kampas rem aus dan menipis. Ketika kampas rem sudah tipis, proses pengereman akhirnya tidak optimal. 

Dari berbagai referensi, kudapatkan rekomendasi penggantian kampas rem motor adalah jika kendaraan sudah menempuh jarak sekitar 32.000 km atau dalam kurun satu tahun. Tentu saja menyesuaikan kondisi lalu lintas dan medan jalanan yang dilalui. Makin sering dilakukan pengereman, makin cepat kampas rem menipis. 

Tanpa melihat angka meter dan kalkulasi frekuensi pengereman, ada beberapa tanda yang dapat kita jadikan patokan: 

  • Rem terasa kurang pakem
  • Tuas rem harus ditarik atau diinjak lebih kuat
  • Jarak pengereman yang makin jauh
  • Terdapat bunyi mendengung pada motor dengan rem tromol atau berdecit pada rem cakram saat dilakukan pengereman

Jika tanda itu mulai kita temukan, saatnya melakukan pengecekan. Buat yang mampu mengerjakannya sendiri, pengecekan mandiri kampas rem motor sebaiknya dilalukan rutin. Tanpa menunggu tanda. 

So, buat yang bisa menangani motornya sendiri, periksalah ketebalan kampas. Jika harus diganti, cek harga kampas rem, belanja, langsung ganti. Kalau tidak, ya serahkan saja ke ahlinya alias bawa ke bengkel. 

Ah, satu hal lagi. Selain terkait perangkat, keselamatan berlalu lintas juga terhubung langsung dengan kesadaran kita. Salah satu peristiwa kecelakaan yang kualami bukanlah semata soal rem. Namun karena kesadaran yang sedang mengawang-awang. Malaweung, kalau kata orang Sunda. Terbayang, kan, sudah mah malaweung, kampas rem aus? Celakanya dobel, hehe. Nah, kalau mau dapat layanan prima belanja kampas rem, bisa cek-cek Planetban. Tapi, tetap, soal jaga kesadaran saat berkendara adalah tanggung jawab pribadi.

Hati-hati berkendara, ya. Namaste.  

Baca juga: Kesadaran Spiritual 

How to Choose the Perfect Swimwear for Your Body Shape?

Many people take advantage of hot days to go to clubs, the beach or the pool with their family or friends. For women, choosing the perfect swimwear can be a challenging task.

A piece that looks beautiful on a close friend may not look so good on you. Or maybe last season's bikini doesn't seem so exciting anymore. But don't worry, this is totally normal. The solution comes simply when you learn how to shapewear swimwear according to your body type.

 


What swimwear looks good on all body types?

In this case, you can choose the swimsuit as an assertive piece without fear of making mistakes. It never goes out of style, it conveys elegance and expands the female silhouette, making it perfect especially for shorter women. Women with a rectangular shape look even more beautiful with a piece of this type.

As the measurements of the shoulders, hips and waist are very similar, the swimsuit evens out the shape even more. A shapewear with a gathered design on the central panel of the body is interesting, as it will shape your waist and make you look even slimmer.

In the case of the hourglass body, the V-shaped and gathered neckline is interesting, as it will enhance the bust area, making the female body even sexier. In addition, the removable bra protectors give women the freedom to create a bra according to their personal needs.



In which cases is a bikini recommended?

It can be used in many different formats, as long as you apply tricks to further enhance your body type and create the perfect bikini that will make you even more confident and empowered.

For women with a triangular body shape, you can choose a bikini that has straps with good support. The gathered detail is interesting and can give more volume to the shoulders. Colors are also important in the process, red and pink, for example, will highlight the upper region even more.

At the bottom, the panties with a wide side balance your shape. Stretchy mesh fabric lining controls the tummy for a more symmetrical look. The compression delivered in the right measure reduces resistance to movement and leaves you with a more natural appearance.



How to achieve a slimmer and more elegant appearance?

A swimsuit with a gathered design that covers the entire waist area can easily give you a slimmer image. For an Oval-shaped body, details in the vertical lines of the body further elongate your silhouette and the drape of the fabric can be a detail that will make you more self-confident, as it subtly flatters your shape.

The V-neckline with the detail of the built-in cups is interesting because it helps to further disguise any fat in the belly area. This effect can be amplified even further if you choose a dark color. Wide straps, in addition to providing greater support for the upper body, also enhance the upper part of the body even more, balancing the proportions.

You can invest in more than one model and alternate colors for the top or bottom. If you want something simpler that adds practicality to your routine, you can take advantage of shapewear special deals to also buy different types of swimsuits. With a little creativity you can create beautiful and comfortable looks, as well as adapting these pieces for other hot days outside the beach.

Coba Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum Pasca Isoman

Seorang kawan pernah berujar, pada akhirnya COVID-19 ini seperti arisan saja. Semua kebagian. Terlebih, pemerintah sudah menetapkan COVID-19 sebagai endemi, bukan lagi pandemi. Maka demikianlah, saiya pun kebagian giliran. Sembilan hari mendekam di rumah, total istirahat. Saat jeda istirahat berakhir, seolah seperti tersadar: huh, kulit mukaku begini amat?! Kasar dan kusam. Aneh juga ya, di rumah saja, tidak terpapar debu dan material jalanan seperti yang sebelumnya kualami, tapi kulit seperti yang rusak. Makanya senang betul, saat mendapati ada produk serum pencerah wajah terbaik dari Pond's Indonesia, Triple Glow Serum 



Mengapa Pond's? Karena produk ini sangat mudah ditemukan. Untuk ukuran orang yang tak mau ribet urusan perawatan kecantikan, kemudahan akses produk menjadi prasyarat pemilihan. Aku bisa mendapatkan Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dari minimarket terdekat. Pond's juga sudah established, tak akan discontinue deh dalam waktu dekat. Pilihan yang sangat memudahkan bukan?

Nah, kalau pilihannya produk serum terbaru dari Pond's ini, karena Triple Glow Serum adalah serum pencerah wajah dari rangkaian Pond’s Bright Beauty dengan 3 star ingredients-nya, yakni Gluta-Boost-C, Vitamin B3 Niacinamide, Hyaluronic Acid Complex. Seperti dalam namanya, serum ini memang dirancang untuk memberikan tiga kekuatan maksimal, yaitu mencerahkan, menghaluskan, dan sekaligus melembapkan. 

Untuk Pond’s Triple Glow Serum tersedia dalam kemasan sachet dan botol 30ml. Kemasan sachet tentu saja dapat dijadikan pilihan tepat bagi yang ingin coba-coba dulu. Sedangkan bagi yang rigid dengan komposisi produk, ini loh kandungannya. Bisa dicek ya dari sisi keamanan bahan-bahannya.

Kandungan dalam Pond’s Triple Glow Serum:

Water, Glycerin, Dimethicone, Pentylene Glycol, Niacinamide, Butylene Glycol, Caprylic/Capric Triglyceride, Polysorbate 20, Tocopheryl Acetate, Cystine, Glycine, Sodium PCA, Sodium Acetylated Hyaluronate, 3-O-Ethyl Ascorbic Acid, Sodium Hyaluronate, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Bifida Ferment Lysate, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Xanthan Gum, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/Beheneth-25 Methacrylate Crosspolymer, Phenoxyethanol, Allantoin, Methylparaben, Stearic Acid, Propylparaben, Fragrance, Disodium EDTA, Citric Acid, Sodium Hydroxide, BHT, t-Butyl Alcohol, Cetyl Alcohol, Sodium Carbonate, Ethylhexylglycerin, Sodium Chloride, Sodium Benzoate, Sodium Sulfate, dan CI 19140.

Kandungan dalam Pond’s Triple Glow Serum Mask: 

Water, Glycerin, Niacinamide, Dipropylene Glycol, Glycine, Cystine, Sodium PCA, Sodium Hyaluronate, 3-O-Ethyl Ascorbic Acid, Methylpropanediol, Betaine, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Hydroxyacetophenone, Carbomer, Caffeine, Tromethamine, Allantoin, Caprylyl Glycol, Ethylhexylglycerin, Fragrance, Xanthan Gum, 1,2-Hexanediol, dan Disodium EDTA.

Pengalaman menggunakan Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum



Bagaimana pengalamanku mencoba produk baru Pond's ini? Waktu pertama ketemu serum baru dari Pond's ini, aku coba langsung tes-tes ke kulit tangan. Serumnya tak terlalu kental, tak encer juga. Pas. Ada nuansa lengket. Jadi, untuk pemakaiannya tak bisa langsung berlapis-lapis. Baiknya ulaskan tipis merata, biarkan meresap lebih dulu, sebelum menambahkan lapisan berikutnya. Buat orang dengan kulit kering sepertiku biasanya punya kecenderungan untuk membuat lapisan yang lebih banyak. Kalian begitu juga ngga sih? 😊 Tapi ya dirasa-rasa saja, karena kalau tebal dan terasa lengketnya, pasti bakal ngga enak juga. Nuansa aromanya sih Pond's banget. Wangi floral yang manis. Pas deh dengan tampilan kemasannya yang pink berkilau.  

Saran penggunaan agar mendapatkan hasil maksimal adalah setidaknya 7 hari. Aku sudah menggunakannya tiga hari. Nanti kita lihat perkembangannya ya. So far, oke-oke saja. Oiya, tentu saja pemakaian serum setelah kulit dalam kondisi bersih ya. Dan penggunaannya pagi dan malam, sebelum melapisi kulit dengan moisturizer dan sunblock. 

Untuk penggunaan masker sendiri, beberapa waktu terakhir sebelum kebagian giliran COVID-19, berusaha untuk memakai masker paling tidak dua kali seminggu. Mobilitasku yang tinggi menggunakan kendaraan roda dua memang kudu dibarengi dengan membersihkan muka dengan lebih teliti. Biasanya aku memilih masker dengan bahan tanaman herbal. Nah, Pond’s Triple Glow Serum Mask memberikan sensasi yang berbeda. Dan lebih mudah dari sisi pemakaian. Tak seribet kalau menggunakan masker berbentuk bubuk atau pasta.

Penggunaan masker tinggal mengeluarkannya dari kemasan, lalu menempelkan ke permukaan wajah. Rapikan, jangan sampai ada lipatan masker. Sebaliknya, jangan sampai ada masker yang mengambang. Jadi, pastikan masker rapi betul menempel di kulit wajah kita. Biarkan masker menutrisi kulit selama 15 hingga 20 menit. Kita bisa memanfaatkan kurun waktu itu dengan merem, istirahat sejenak. Atau dengan melakukan hal-hal yang tak melibatkan aktivitas wajah. Aku suka mengisi waktu bermasker dengan membaca, atau melakukan meditasi. Sudah pernah coba? Menyenangkan lho..

Setelahnya, baru lepas atau angkat masker dari wajah. Cuci? Tak usah. Justru setelah masker dibuka, pijat-pijat ringan permukaan wajah hingga serumnya terserap sempurna. Hasilnya, kulit terasa lebih lembut, kenyal, dan ternutrisi. 

Berusaha menjalani kebiasaan sehat

Aku terhitung telat terpapar COVID-19. Tahun lalu, saat beberapa rekan kerja bertumbangan, aku masih bertahan. Meski tiap hari dipenuhi ketegangan. Bagaimana tidak, pekerjaan tidak ada kebijakan work from home (WFH). Tiap hari berjibaku dengan ramainya jalanan yang dipadu dengan keriuhan suara ambulance yang berlalu lalang menuju rumah sakit. Nah, aku malah terpapar ketika kasus sudah mereda. Ketika kasus covid sudah menyerupai flu biasa. Tapi bukan berarti mengabaikan. Justru, pasca mengalami sendiri, muncul kesadaran baru untuk lebih peduli dengan kesehatan diri. Bukan hanya fisik, mental juga. Aneka ketegangan dapat memperburuk kondisi fisik. Dan merawat diri merupakan salah satu yang dapat mendukung upaya lebih bahagia. 

Maka, demikianlah. Pasca melewati masa isoman, lalu kembali melakukan aktivitas rutin, beberapa hal yang mulai rutin juga kulakukan adalah:

- melakukan olah raga ringan, setidaknya stretching

- melakukan meditasi

- mengonsumsi makanan gizi seimbang (meski bagian ini masih susah betul, nafsu makan belum terdongkrak)

- minum air putih dalam jumlah yang cukup

- tidur yang berkualitas (bagian ini masih berupaya keras menggeser jam tidur, agar tak terlalu larut) 

- gembira dan ikhlas menjalami kehidupan (penting lo ini! 😀)

- perawatan wajah rutin, meski sederhana dan dilakukan di rumah saja

Melakukan hal-hal di atas dengan sepenuh kesadaran itu menyenangkan. Dan aku yakin itu membantu sekali dalam menaikkan imunitas. Bagaimana dengan penggunaan Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum dan Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask? Masih akan dilanjutkan dong.. Semoga dengan serum pencerah wajah terbaik dari Pond's, efek muka kusam pasca sakit bisa segera teratasi.  


Berutang dengan Bijak

Perihal berutang ini sering memunculkan pro dan kontra. Baik berutang kepada pihak yang dikenal dekat seperti teman, kerabat, dan lingkungan tetangga maupun ke lembaga-lembaga keuangan. Tak sedikit yang kemudian terjebak dalam pinjaman online tak resmi, yang boro-boro menjadi solusi, sebaliknya malah mendatangkan petaka. Saya sendiri, secara pribadi, tidak mengharamkan berutang selagi untuk tujuan yang bermanfaat dan dari lembaga tepercaya. Pendek kata, berutanglah dengan bijak.

Berutang yang bijak itu seperti apa?



Berutang untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif

Kapan hari menemukan satu meme, Brad Pitt dengan pernyataan: “Kita membeli barang yang tak diperlukan, dengan uang yang kita tidak miliki, untuk mengesankan orang yang kita tak sukai.”



Ini hal yang sangat familiar kita temukan di sekitar kita. Betapa orang mencari benda konsumtif semata memenuhi hasrat yang sama sekali tak bermanfaat baik buat diri sendiri, apalagi untuk lingkungan sekitar.

Berutang untuk keperluan produktif misalnya jika untuk modal usaha, membeli kendaraan operasional, melakukan perbaikan tempat usaha, dll. Pada intinya kebutuhan produktif adalah kebutuhan yang prospektif dan menjanjikan keuntungan.

Memiliki penghasilan tetap

Selain itu berutang sebagai modal usaha yang mendatangkan keuntungan, berutang bisa dilakukan semata menunda pembayaran. Hal yang sering terjadi pada para pemilik kartu kredit adalah melakukan peminjaman sementara tak mendapatkan penghasilan tetap berkala. Akibatnya hutang pun bertumpuk, gali lubang-tutup lubang.

Memiliki penghasilan tetap adalah wajib buat yang akan berutang. Baik si utang akan dibayar secara dicicil maupun dibayar pada tenggat waktu tertentu.

Dapat mengalokasikan dana dengan tepat

Punya penghasilan tetap tapi alokasi dana tak cukup? Pikir ulang untuk berutang.

Para ahli keuangan menyebut angka 30%. Angka ini biasanya juga menjadi patokan perbankan. Artinya, total utang kita tak boleh lebih dari 30% penghasilan bulanan. Lembaga-lembaga keuangan mungkin akan tetap memberikan pinjaman meskipun data diri menunjukkan jumlah utang melebihi angka 30%. Tak sedikit calon pengutang menaikkan angka gaji demi bisa mendapatkan pinjaman. Coba tebak, siapa yang akan bermasalah jika tak sanggup membayar? Tentu saja sang pengutang. 

Jadi, tetap bijak dengan mengikuti pertimbangan 30% ini. 

Setidaknya tiga hal di atas dapat dijadikan pertimbangan awal sebelum berutang. Setelahnya, saat untuk menentukan akan berutang ke lembaga mana. Apakah ke lembaga perbankan konvensional, atau melalui situs/aplikasi pinjaman yang belakangan hari marak. Teknologi keuangan yang dikenal dengan financial technology atau FinTech memang memudahkan. Namun dibutuhkan kehati-hatian dalam memilih. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih perusahaan FinTech:

1.Pastikan perusahaan fintech sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Cek situs resmi OJK untuk memastikan legalitas perusahaan. 

2.Pahami segala hal terkait hak dan kewajiban, seperti syarat, ketentuan, dan risiko sebagai peminjam. 

Salah satu FinTech yang bisa dijadikan pertimbangan adalah Tunaiku. Pinjaman online Tunaiku berada di bawah naungan Amar Bank sebagai salah satu bank nasional yang sehat. Tunaiku sendiri sudah beroperasi sejak 2017 lalu dan melayani ribuan konsumen di tanah air. 

Beberapa hal yang memudahkan dari Tunaiku:

1.Tanpa jaminan

2.Suku bunga rendah

3.Tanpa perlu memiliki kartu kredit

4.Pinjaman mulai dari Rp 2 juta

5.Tenor pinjaman minimal 6 bulan dan maksimal 20 bulan

6.Proses berlangsung cepat

Sudah melewati pertimbangan-pertimbangan berutang dengan bijak? Sila langsung unduh Tunaiku dan mulai prosesnya. Selamat menjalani hari-hari yang produktif. Semoga sukses yaaa..


Mencatatkan Peristiwa Sehari-hari di Jurnal Unik Hibrkraft

Berapa banyak peristiwa yang kita lewatkan karena kita luput mengingat? Ingatan yang terbatas, mau tak mau memang mengharuskan kita untuk menuliskannya. Tentu saja penulisan bisa menggunakan media apa pun. Di laptop, PC, gawai, atau kembali ke media penulisan yang seolah sudah menjadi milik masa lalu: jurnal.

Baca juga: Laki-laki dan Andil Pentingnya dalam Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender

Kapan terakhir kalian menulis, kawans? Barangkali, dan bisa jadi ketepatannya 97% kalau kubilang tulisan terakhirmu adalah di beranda media sosial. Ya kan? Bisa dimengerti, karena media sosial telah menjadi ajang katarsis para penggunanya. Terlebih untuk menyampaikan hal-hal yang sederhana dan mudah yakni ungkapan-ungkapan ekspresif. Meski tak sedikit kita jumpai tulisan bernas dan sistematis di media sosial. Tapi tak banyak jika dibandingkan dengan jumlah pengguna media sosial secara keseluruhan.

Sistematis! Nah itulah satu manfaat membiasakan diri menulis. 

Menulis membantu kita berpikir sistematis

Saat membuat pernyataan secara lisan, seringkali ada hal-hal yang terlewat. Berbeda halnya dengan menulis. Ketika menulis, sistematika dapat kita siapkan dengan baik. Penulisan juga memungkinkan melakukan pengeditan yang menjadikan catatan kita lebih tertib. 

Menuangkan ekspresi

Seperti kutulis di atas, tulisan ekspresif sering kita buat secara acak di aneka platform media sosial. Apa yang ingin kita ekpresikan dalam bentuk tulisan dapat kita buat dengan lebih sistematis. Dengan begitu, hal-hal yang ingin kita ekspresikan tetap bisa terwujud dan malah lebih baik karena dituliskan secara sistematis.


Meningkatkan kemampuan berbahasa

Dengan sistematika yang sudah kita siapkan, berikutnya kita akan memilih dan memilah kosa kata yang kita gunakan. Tentu saja kita tak asal tulis, karena kita menulis dengan perencanaan akan ditujukan kepada siapa. Pilihan kata untuk anak, remaja, dewasa akan berbeda. Selain segmen usia, segmen ekonomi dan gender juga turut jadi pertimbangan. Kita dipacu untuk mengembangkan kemampuan dalam memilih kosa kata dan menjadikannya kalimat-kalimat yang tepat.


Memicu kreativitas

Kok bisa? Ya tentu saja. Untuk menulis, kita akan dipacu untuk mencari ide-ide baru. Benak kita tak akan bisa diam, melainkan terus mencari ide baru untuk dituliskan. Maka, dengan kebiasaan menulis yang terus diasah, kreativitas pun ikut berkembang. 

Baca juga: Sugeng Tindak, Pak Jakob


Menulis untuk mengekalkan ingatan 

Menulis adalah untuk mengekalkan ingatan. Demikianlah selalu kukatakan. Setidaknya kepada diri sendiri, sebagai bagian dari terapi atas ingatan yang sering melemah. Menjadi poin positif tersendiri ketika 'menulis' di sini betul-betul mekanistis, menulis menggunakan alat tulis dan jemari yang menari. Menulis dengan pena pada lembaran-lembaran kertas.

Aku termasuk orang yang tak mudah menuangkan hal-hal personal ke dalam tulisan. Tulisan-tulisan yang kubuat lebih sebagai bagian dari pekerjaan. Bukan sekali dua kali mencoba membuat jadwal penulisan, menyiapkan jurnal khusus untuk mencatat keseharian, membawa ke mana saja minibook untuk mencatatkan ide, tapi terhenti di tengah jalan. Nyaris selalu begitu. 

Jadi, aku menulis atau tidak? Aku menulis. Tapi kupikir belum seperti yang semestinya bisa kulakukan dengan lebih baik dalam menulis. 

Baca juga: Hari Buku Nasional dan Upaya Kembali Membaca

Mari kita memulai lagi, untuk sesuatu yang baik ini dengan menuliskan pada lembaran-lembaran cakep jurnal yang dikeluarkan oleh Hibrkraft.

Ada yang belum kenal Hibrkraft? 

Berkenalan dengan Hibrkraft

Hibrkraft ini adalah produsen sekaligus brand produk merchandise yang berlokasi di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Sebagai sebuah UMKM, Hibrkraft telah bertahan dan berkembang sejak berdirinya tahun 2013. Garapan utamanya adalah jurnal atau agenda dengan cover kulit dan kain tenun. Selain itu Hibrkraft terus mengembangkan kreasi seperti gantungan kunci, pouch, totebag, dan lainnya, baik untuk kebutuhan personal maupun branding dari pemesan. Produk-produk Hibrkraft telah beredar ke berbagai negara seperti Jerman, Belanda, Kanada, Australia, dan Uni Emirat Arab. Lebih detail tentang  produk unik ini, sila cek di website resminya Hibrkraft 


Dandan Anti Ribet dengan Scarlett Serum



Memiliki kulit yang jernih menjadi dambaan setiap orang. Jernih ya, bukan putih. Warna kulit bisa jadi bawaan genetik, namun tingkat kejernihan kulit seringkali bergantung pada seperti apa kita merawatnya. Nah, serum memberikan manfaat tersebut. Merawat dan menjaga kulit kembali jernih. Seperti rangkaian perawatan wajah yang ditawarkan Skincare Scarlett, Scarlett Brightly Ever After Serum dan Whitening Facial Wash.

Kita sudah tak asing-lah ya dengan Skincare Scarlett by Felicya Angelista. Karena produk ini sedang naik daun di tanah air. Ada beberapa pilihan yang ditawarkan Scarlett. Karena kebutuhanku untuk menipiskan pigmen hitam di kulit wajah, pilihannya ya Brightly Ever After Serum yang berpasangan dengan Whitening Facial Wash untuk mendapatkan hasil optimal.

Baca juga: Hari Buku Nasional 2021 

Scarlett Brightly Ever After Serum 

Serum menjadi dasar perawatan kulit. Penggunaan serum yang tepat, lalu bekerja dengan baik di kulit, tak perlu terlalu repot dengan finishing-nya. Kita bisa mengaplikasikan produk-produk lain untuk melengkapi. Bebas. 

Ngomong-ngomong, serum itu apa sih? Serum merupakan cairan yang terdiri dari kandungan aktif, dengan kekentalan sedang. Kandungan aktif serum Scarlett adalah whitening yang aman bagi kulit. Persisnya, Brightly Ever After Serum merupakan kombinasi anti oksidan, glutathione, dan Vitamin C yang menjadikan kulit lebih cerah. Penggunaannya pun tak perlu boros. Serum Scarlett dalam warna pink muda itu cukup kuaplikasikan satu tetes di dahi, dua tetes di masing-masing pipi, satu di hidung, satu di dagu, dan dua di leher. Cairannya yang tak terlalu pekat dan sebaliknya tidak terlalu encer menjadikan serum Scarlett ini pas dan nyaman terserap kulit.

Serum sudah terserap sempurna? Tinggal melengkapi dengan kosmetik lain yang disukai dan sesuai dengan kebutuhan. 

Oiya, penggunaan serum tentunya setelah kulit bersih ya. Sebelum mengaplikasikan serum ke permukaan kulit, bersihkan wajah dengan facial wash

Baca juga: Pola Hidup Sehat Cegah Diabetes dan Virus Corona

Scarlett Whitening Facial Wash

Seperti halnya serumnya, Scarlett Whitening Facial Wash terbuat dari bahan yang aman untuk kulit. Kandungan glutathione bermanfaatkan mencerahkan warna kulit. Vitamin E membantu mengecilkan pori, mengurangi kerutan, dan meratakan warna kulit yang tak senada. Tambahan lainnya seperti aloe vera dan rose petal melengkapi manfaat krim pencuci wajah ini. Ah ya, produk pencuci wajah Scarlett ini SLS free. SLS atau sodium laureth sulfate biasanya digunakan untuk berbagai produk higienis seperti shampo, deterjen, dan sabun, termasuk sabun wajah. SLS berperan memberikan busa yang melimpah. Tanpa SLS memang membuat Scarlett Whitening Facial Wash tak terlalu berbusa. Hal yang mungkin terasa agak berbeda bagi yang terbiasa menggunakan sabun dengan busa melimpah. Tapi bukankah yang terpenting adalah manfaatnya?

Nah, tak sulit sebetulnya kan menjaga kecantikan kulit kita? Tentu saja perawatan kulit bukan hal yang instan, sekali selesai. Dibutuhkan keajegan dan keteraturan. Ini kan yang sulit? Eh ini masalahku sih sebetulnya haha! Tapi mari berkomitmen saja. Tubuh kita, milik kita. Kitalah yang paling punya kewenangan dan bertanggung jawab untuk merawat serta menjaga. Dan Skincare Scarlett membantu mempermudah dengan produknya yang bermanfaat.

Baca juga: Sehat Bersama VCO

Skincare Scarlett dapat dengan mudah ditemukan di toko kosmetik, offline maupun online. Scarlett Whitening Facial Wash, 100 ml, dibandrol dengan harga Rp53 ribu. Sedangkan Scarlett Whitening Brightly Ever After, Rp59 ribu.

Yuk, kita rawat wajah kita dengan baik. Karena, kalau bukan kita, siapa lagi? 











Facial di Holistik Estetika, ‘Me Time’ Menyenangkan di Tengah Pandemi

Hari-hari ini media dan lini masa media sosial masih terus dipenuhi dengan angka-angka. Angka kasus, angka kematian, angka wilayah yang terdeteksi pandemi. Sungguh, pandemi ini menampilkan wajah muram. Muram, kusut, desperade, gloomy. Namun, tetap, adalah menjadi pilihan kita dalam mempersepsi sebuah kondisi. Termasuk pandemi ini. Apakah kita menyerah dengan keadaan, menarik diri dan takhluk pada ketakutan-ketakutan terkait kondisi sekitar? Ataukah kita memilih untuk tetap menjalani segala aktivitas dengan bahagia? Kalau saya, tentu saja pilih yang kedua. Nah, salah satu upaya untuk tetap waras di masa pandemi ini adalah mengagendakan ‘me time’ secara berkala. Setidaknya saya punya satu grup terbatas yang melakukan perjumpaan berkala, sekadar ngopi-ngopi dan chit-chat. Keluar sejenak dari pergumulan hidup yang cukup melelahkan di masa pandemi ini. Kesempatan ‘me time’ yang lain datang bulan lalu: melakukan perawatan wajah! Yippieeeeee.. Mendapatkan rekomendasi melakukan facial di Holistik Estetika.


Baca juga: Pola Hidup Sehat Cegah Diabetes dan Hindari Virus Corona

Di masa pandemi ini, banyak orang yang menunda perawatan tubuh dan wajah. Dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Ada yang demi menjaga jarak sosial, ada pula dengan alasan ekonomi. Seperti kita tahu, nyaris semua orang terkena imbas pandemi terkait finansial. Dari skala kecil hingga besar. “Daripada untuk urusan cantik-cantik lebih baik untuk kebutuhan dapur biar tetap ngebul.” Demikian barangkali pemikiran sebagian di antara kita. Setidaknya pemikiran saya sebagai ibu meong, orang tua tunggal dari puluhan anak meong 😻. “Kayanya kesejahteraan meong lebih penting deh daripada urusan perawatan tubuh!” Lebih kurang begitu. Namun, tubuh pun punya hak. Untuk istitrahat, untuk ambil jeda, untuk dimanjakan. Bukankah kita sudah membebani tubuh, dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan aneka kesibukan? Terlebih di masa pandemi ini, ketika sang tubuh saat bekerja harus berhadapan dengan potensi terjadinya penularan. Kalau pikiran tidak dibuat nyaman dan bahagia, urusan pekerjaan dan tanggung jawab yang lain akan terhambat. Itulah perlunya ‘badami’ kalau kata orang sunda. Badami atau berdamai dengan memasukkan ‘me time’ sebagai komponen yang wajib ada. Terlebih saat kita menghitung biaya, sebetulnya worth it untuk hasil yang kita peroleh. Itu yang akhirnya saya garis bawahi setelah melakukan perawatan facial di Holistik Estetika. Memang seperti apa sih? Baiklah saya ceritakan. 

Klinik Holistik Estetika


Baca juga: Persiapan Memiliki Rumah Sendiri

Tak sulit menemukan lokasi klinik ini. Komplek Mekar Wangi adalah kawasan yang rapi, dengan penamaan jalan dan nomor yang tertib. Lokasinya ada di hook. Tak terlalu besar, sederhana, namun asri dan manis. Begitu memasuki area dalam, langsung disambut oleh petugas yang mencatat identitas dan tujuan kedatangan kita. Terdapat dua lantai. Di lantai bawah ruang operasi dan konsultasi dokter. Di antara ruang operasi dan personalia desk, tersedia meja dan kursi panjang terbuat dari kayu solid yang bagi penggemar kayu pasti akan dibikin kesengsem. Di sebelahnya, arena permainan anak. Sedangkan di luar, ajang bersantai beratap langit. Tampaknya desain ini dimaksudkan agar yang sedang antri atau para penunggu bisa bersantai dalam suasana yang tak membosankan.

Di lantai dua terdapat beberapa ruang, namun tak semuanya beroperasi terkait pandemi. Seperti salon dan sauna. Nah, ruang yang saya tuju adalah ruang untuk perawatan wajah. Termasuk yang menjadi pilihan saya hari itu, facial.

Mengapa pilihannya facial

Selama ini saya memang tak mau terlalu ribet dengan urusan perawatan tubuh dan wajah. Maka, facial menjadi pilihan yang paling masuk akal buat saya. Karena secara alami, sel kulit melakukan regenerasi pada kurun 28-30 hari. Sel kulit akan tumbuh dan mendorong kulit yang lama ke permukaan. Saat terjadi penumpukan dan diabaikan, akan muncul aneka masalah pada kulit seperti komedo, jerawat, kulit mengusam seperti saya hiks.. Terlebih si saya tidak rajin membersihkan wajah pasca beraktivitas. Jadi, saya memang sangat membutuhkan facial untuk membersihkan sel kulit mati yang numpuk, dan oleh ahlinya. 

Holistik Regular Facial

Dalam ruang perawatan, saya disambut oleh Teh Neng yang sedang on duty lengkap dengan perangkat perangnya 😂 



Facial di Holistik Estetika diawali dengan pemberian aromaterapi yang hmmmm…aromanya sungguh membius, menenangkan. Serius! Sedari pemberian aromaterapi, saya sudah tahu kalau saya akan menikmati betul ‘perjalanan’ di hari itu. Perjalanan yang dimaksud adalah setengah terlelap. Seperti saat menikmati meditasi. Teh Neng terus melakukan tugasnya. Mulai dari totok wajah, membersihan kulit di area wajah dan leher, massage, lalu  ekstraksi/pengambilan komedo yang bikin berasa tersengat dan terjaga. Lantas terlelap kembali saat pelapisan wajah dengan masker, penguapan, hingga pemberian serum, krim pelembab, dan sunscreen. Saya menikmati betul. So relax. Terlebih sebagai terapis, Teh Neng melakukan tugasnya dengan sangat baik. 

Meski tak rutin dan tak terlalu sering, saya sudah mencoba beberapa klinik dan salon yang menyediakan layanan facial. Dan Teh Neng adalah salah satu yang terbaik. Bukan semata pengalaman kerjanya yang sudah lebih dari lima tahun yang menjadikannya terampil dan menguasai betul yang menjadi tugasnya, namun saya rasa Teh Neng memang menyukai pekerjaannya. Itu dapat terasa dari treatment-nya kepada pasien. Saya tak sempat tanya jumlah terapis di Holistik Estetika, tapi saya kok yakin kalau Teh Neng cukup mewakili standar dari klinik ini.


Ah ya, kenyamanan facial di Holistik Estetika, selain terapis yang mumpuni, juga perangkat yang disiapkan dengan baik. Perangkat yang memang memadai dengan standar sterilisasi sebelum dilakukan perawatan. Pasien tak perlu merasa khawatir akan kebersihan aneka peralatan tersebut. 

Baca juga: Menyikapi Kritik dan Penilaian Negatif

Layanan lain di Holistik Estetika

Selagi menunggu persiapan terapis, saya sempat berbincang dengan tim humas klinik. Apa yang saya duga di awal cerita, ternyata tak tepat betul. Masa pandemi ini memang terjadi penurunan jumlah kunjungan, namun ternyata tak terlalu signifikan. Barangkali karena klinik yang sudah berusia 16 tahun ini ketat memberlakukan protokol kesehatan. Standar sterilisasi peralatan pun prima. Dan standar tersebut berlaku untuk semua klinik. Saat ini Holistik Estetika sudah memiliki 3 cabang yaitu di Mekar Wangi, Kopo Permai, dan Cimahi. 

Hal menarik lain, Holistik Estetika konsisten mengikuti perkembangan dunia perawatan kecantikan dengan menghadirkan treatment-treatment baru yang sedang nge-hits serta mesin perawatan terkini dan up-to-date. Tak perlu jauh-jauh melakukan perawatan ke Jakarta, apalagi ke Kuala Lumpur atau Singapura, banyak treatment terbaru yang disediakan di Holistik Estetika.  Treatment mana yang paling tepat, bisa dikonsultasikan terlebih dahulu. Sekadar konsultasi dengan dokter di Holistik Estetika tidak dipungut biaya alias gratis. Sedangkan untuk pasien baru dikenakan biaya administrasi sebesar Rp50.000 pada kedatangan pertama. Selebihnya, tarif layanan dapat dikatakan bersaing. Detailnya bisa cek-cek di website Holistik Estetika.

Layanan yang saya ambil, Holistik Regular Facial, biayanya Rp200.000. Apakah worth it? Sangat-sangat! Dan saya sudah mengagendakan untuk kembali menikmati facial ala Holistik Estetik di akhir bulan ini.

Mau ikut coba? Check it out! Cari lokasi terdekat rumah Anda.

Kopo Permai

Jl. Kopo PermaiI, Blok A No. 7, Bandung

Phone: (022) 5401307

WA: 0877-8811-1115

Jam buka, Senin - Sabtu: 09.00 - 17.00 WIB


Mekar Wangi

Jl. Mekar Sejahtera No. 21, Bandung

Phone: (022) 5229797

WA: 0877-9911-1115

Jam buka, Senin - Sabtu: 09.00 - 20.00 WIB


Cimahi

Jl. Jend. H. Amir Machmud No. 499C, Cibabat, Cimahi

(Sebelah EF, Seberang Rabbani)

Phone : (022) 6651110

WA : 0815-7213-6386

Jam buka, Senin - Sabtu: 09.00 - 20.00 WIB


Untuk daftar perawatan, bisa dilihat di:

IG: @holistikestetika

FB: Holistik Estetika

www.holistikestetika.com


Ada yang terlupa.. Ada promo menarik selama bulan Ramadan! Selamat cantik-cantik yaaa.. 😍



Mandi Wangi Tanpa Ribet ala Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash



Tinggal di negeri tropis seperti Indonesia, ‘mandi’ seolah menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan. Kalau tidak, sudah pasti tubuh akan meruapkan aroma tak sedap yang tentunya mengganggu orang lain. Alhasil kita bisa masuk dalam blacklist lingkungan pergaulan. Termasuk di lingkungan kerja. Sebagai penyiar radio, aku tak berjumpa langsung dengan pendengar. Tapi kalau menyisakan aroma tak sedap, pasti menuai protes rekan penyiar lain.. 😀




Itu baru menyoal kebersihan, belum lagi jika dikaitkan dengan kesehatan. Bayangkan, apa jadinya kalau kotoran menutup kelenjar keringat kita... Mandi juga dapat menjadi terapi.


Hydrotheraphy sudah dikenal dari zaman dahulu kala. Baik yang menggunakan air panas maupun dingin. Terapi air dingin, biasanya berupa mandi es atau cryotherapy; dilakukan untuk membantu melemaskan otot yang tegang, terutama pasca berolah raga. Barangkali ini tak terlalu familiar di kita, kecuali kalangan yang berhubungan dengan dunia olah raga. Beda halnya dengan mandi air hangat. Bukan hanya menjadi tradisi negeri empat musim, mandi atau berendam air hangat banyak dilakukan di tanah air, terutama kawasan-kawasan dengan ketinggian tertentu. Di area Bandung Raya kita bisa temukan di Pangalengan, Ciwidey, atau Lembang. Aneka kolam air panas dikomersilkan menjadi sarana wisata dan menyehatkan diri.


Beberapa yang disarankan misalnya dengan berendam hingga melewati batas dada. Mengutip springer dot com, berendam dengan hanya menyisakan kepala ini memberikan pengaruh baik pada kapasitas paru-paru dan asupan oksigen. Yang memberikan peran adalah suhu dan tekanan air di dada dan paru-paru. Perendaman dengan air hangat dapat membuat detak jantung lebih cepat, asupan oksigen juga meningkat. Uapnya membantu membersihkan sinus dan dada. Sementara perendaman dalam air yang lebih dingin atau air suhu normal, dapat membantu mengurangi risiko infeksi pada penderta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Catatan di atas hanya sedikit dari sekian banyak manfaat mandi dan berendam. Jadi.. yuuuuk kita rajin mandi 😍 Nah kalau mandinya pakai yang wangi-wangi, makin seru pasti! Mari berkenalan dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash.



Dulu kenal Vitalis dari parfumnya. Aku sendiri, sebagai manusia anti ribet, sesungguhnya bukan penyuka parfum. Tak mau bergantung. Tapi punya lho parfum Vitalis. Serius! Cumaaa.. dipakainya hanya saat selesai mandi dan hanya di rumah. Aneh ya? 😂😂😂 Maka begitu dapat informasi Vitalis punya produk baru, penasaran buat coba. Ga perlu ribet sas-ses parfum. Cukup mandi, sudah langsung wangi dah..berasa mandi parfum 😍


Dirilis pada pertengahan 2019 lalu, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash menawarkan tiga varian, yakni White Glow, Fresh Dazzle, dan Soft Beauty. Masing-masing menawarkan wangi yang berbeda.


White Glow

Dengan warna kemasan merah muda, varian ini seolah menawarkan aroma feminin yang lembut dan manis sekaligus glamor. Aroma fruity yang merupakan perpaduan cherry, raspberry, marshmallow, dan gardenia dapat kita temukan pada varian ini. Semriwing aroma woody dan suede dapat kita hirup pula di antaranya.

Kandungan lain Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow adalah ekstrak licorice dan susu yang membantu merawat kulit lebih bersih, cerah, dan bersinar.


Fresh Dazzle

Varian yang ini dikemas dalam botol berwarna hijau. Warna ini mengesankan nuansa ceria dan bersemangat. Selaras dengan aroma yang merupakan perpaduan bergamot, floral bouquet, dan musk amber. Dan yup, memang perpaduan ketiganya diciptakan untuk membawa nuansa segar, elegan, feminin, sekaligus long lasting.

Kandungan lain Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle adalah ekstrak yuzu, orange, dan teh hijau yang bermanfaat sebagai anti oksidan serta menjadikan kulit segar, halus, dan lembut.


Soft Beauty 

Dalam balutan warna ungu, varian Soft Beauty merupakan perpaduan fruity aldehydic, rose, violet, tonka bean, dan sandalwood. Ungu dalam benakku adalah nuansa feminin yang elegan dan anggun.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty dilengkapi dengan ekstrak avocado dan vitamin E yang dapat merawat kulit tetap kenyal, halus, dan lembut.

Dari ketiga aroma, aku pilih Fresh Dazzle yang dalam kemasan warna hijau. Aromanya cocok di hidungku. Tapi tahukah, kawan, tubuh kita itu bisa memutuskan loh apa yang pas. Aroma yang disuka oleh penciuman kita, belum tentu jadi pilihan tubuh kita. Makanya efeknya beda-beda setelah kita gunakan. Penasaran ga? Coba ketiganya deh baru tentukan pilihan, aroma mana yang paling pas. Kalau sudah..yuk mandi yuuuuk..

Oiya, Vitalis diproduksi oleh PT Unza Vitalis yang telah berpengalaman dengan aneka brand wewangian yang telah lama kita kenal seperti Enchanteur, Romano, Sumber Ayu, dll. Jangan khawatir, harganya terjangkau. Daaan.. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash juga telah mengantong sertifikat halal.


Kenali dan Waspadai Kanker Kolorektal



Kata kanker sering bikin kita keder. Ciut nyali. Bahkan  saat diagnosis diberikan kepada orang yang relatif tak kita kenal dekat. Demikian angkernya kata itu. Tak heran, karena kanker telah menjadi penyebab nomor satu kematian di negara-negara maju. Sebelumnya, posisi ini ditempati oleh penyakit jantung. Sementara di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan, kanker menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak setelah jantung dan stroke. Di Jawa Barat saja, jumlah penderita kanker meningkat dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. 

Salah satu adegan dalam film bertema kanker, The Fault in Our Stars.

Dengan data-data tersebut di atas, meski bikin keder, tentu saja kita perlu mengenali dan mewaspadai. Terlebih jenis kanker yang masih asing buat kita. Itu pula yang menjadi alasanku bergabung dengan kawan-kawan blogger dalam diskusi media bertajuk “Tangani Kanker Kolorektal Sejak Dini” yang digelar oleh Parkway Cancer Center (PCC) dan CanHOPE di CGV Paskal 23 Bandung, Kamis (30/01/2020) lalu.


Saat ini, sebanyak 21 dari 100.000 orang di Jabar diprediksi menderita penyakit kanker. Setidaknya itu data hingga tahun 2017 dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Berdasarkan jumlah penderita, kanker payudara berada di urutan pertama yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia (16,7%), berikutnya kanker serviks (9,3%), paru (8,6%), kolorektal (8,6%), dan hati (5,3%). Dari kasus kanker tersebut, kanker kolorektal tak banyak diketahui masyarakat umum. Kanker sendiri, seperti diingatkan oleh Manajer CanHOPE, Risma Yanti, merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tak terkendali. Ia punya kemampuan menyusup dan merusak sel-sel sehat dalam tubuh. 


CanHOPE, lembaga yang dipimpin Risma Yanti, merupakan badan non-profit yang bergerak di bidang layanan konseling dan dukungan terhadap penderita kanker. Lembaga ini bekerja sama dengan tim medis dan ahli-ahli kesehatan profesional untuk membantu pasien dan keluarga mereka mengambil keputusan yang tepat selama proses penanganan penyakit mereka. Sedangkan PCC adalah institusi kesehatan yang memiliki rangkaian perawatan kanker komprehensif. Penanganan diawali dengan konsultan spesialis medis, suster, konselor, serta tenaga paramedis profesional lainnya. Tim PCC berkomitmen memberikan perawatan kanker holistik dalam lingkungan yang aman dan menenangkan. Teknologi medis tercanggih juga menjadi perangkat yang mendukung upaya penyembuhan kanker di PCC.



Kanker Kolorektal


Dari sekian jenis kanker yang diderita di Indonesia, kanker kolorektal terbilang masih asing. Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon), atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum). Maka kanker ini juga dikenal sebagai kanker kolon atau kanker rektum. Gejalanya tersamar dengan penyakit lain yang lebih umum. Akibatnya baru diketahui ketika kanker sudah berkembang jauh. Survei Globocan pada 2018 lalu menyebutkan, di Indonesia, kanker kolorektal menjadi kanker nomor dua paling banyak diidap oleh pria setelah kanker paru.



Bagaimana muasal kanker kolorektal ini?


Senior Consultant Medical Oncology PCC, Dr Zee Yin Kiat yang hadir dalam diskusi melalui video call mengatakan, kasus kanker kolorektal umumnya bermula dari polip usus atau jaringan yang tumbuh di dinding dalam kolon atau rektum. “Tapi tak semua polip akan berkembang menjadi kanker kolorektal. Perkembangannya juga tergantung kepada jenis polip itu sendiri,”  jelasnya.


Pada tahap awal, kanker kolorektal bisa jadi tak memunculkan gejala apa pun. Menurut dr. Zee, gejala umumnya adalah munculnya darah dalam tinja. “Waspada kalau ada pendarahan saat buang air besar. Biasanya dibarengi juga dengan rasa sakit di perut, ada rasa kembung atau kram, rasa tak tuntas saat buang air besar, dan kebiasaan buang air besar yang berubah. Hati-hati juga dengan penurunan berat badan yang drastis,” dr. Zee mengingatkan.


Mengingat banyaknya kemungkinan penyakit lain dengan gejala serupa, yang paling tepat untu memastikan adalah dengan melakukan skrining, di antaranya dengan pemeriksaan tinja atau kolonoskopi. Caranya, kolonoskop dimasukkan melalui dubur. Dari situ, dokter bisa memeriksa lapisan dalam usus besar dan sekaligus bisa ‘membereskan’ polip jinak. 


Sekali lagi dr. Zee menyebutkan, polip bisa muncul di usus siapa saja. Satu dari empat orang usia di atas 50 tahun. Tak selalu berubah menjadi kanker. Hanya perlu waspada saja. Karena pertumbuhannya tak muncul dalam semalam, tapi dalam kurun waktu yang lama. Dan ketika ada kecurigaan ke arah kanker, langsung lakukan pemeriksaan. “Tak perlu panik. Kanker kolorektal bisa disembuhkan. Kalau pun tak sembuh, dapat memperpanjang usia hidup.”


Selain kolorektal, ancaman lainnya adalah kanker ginjal.



Kanker Ginjal


Sejauh ini data menyebutkan sebagian besar penderita kanker ginjal adalah orang berusia di atas 50 tahun. Tapi, nyatanya, generasi muda juga tak luput dari kanker ini. Salah satunya adalah penyanyi tanah air,  Vidi Aldiano.


Dari semua jenis kanker yang menyerang penduduk Indonesia, kanker ginjal menempati urutan ke-22. Dalam kurun waktu hingga 2018 tercatat sebanyak 2.112 kasus, dengan tingkat kematian mencapai setengahnya. Kalau pada kanker kolorektal sulit melakukan deteksi cepat karena gejalanya yang mirip dengan penyakit lain, pada kasus kanker ginjal kesulitannya karena letaknya yang di rongga perut dengan tanpa gejala yang jelas.  



Menurut dr. Zee, pada masa lalu, yang menyulitkan pada penanganan kanker ginjal adalah karena ginjal resisten terhadap kemo. Akhirnya pilihan pengobatannya terbatas. Namun di masa kini, kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran, sudah memungkinkan pengobatan yang efektif untuk kanker ginjal. Di PCC sendiri, telah dilakukan terapi bertarget oral sejak 2007. Perawatan  bertarget oral ini dianggap memudahkan karena dapat dikonsumsi langsung oleh pasien. 


Di penghujung komunikasi, dr. Zee mengingatkan untuk menjaga pola hidup sehat dan jika melakukan diet, sebaiknya dilakukan dengan tepat. 
 

Tanggal 4 Februari besok kita peringati sebagai Hari Kanker Sedunia. Peringatan yang dimulai sejak 2008 lalu ini menjadi pengingat untuk kita peduli pada penderita kanker dan terlibat aktif dalam upaya  menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker melalui peran kita masing-masing.


Namaste.